SENDAWAR — Kehangatan hubungan antara Satgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat dan masyarakat Kampung Tering Lama semakin terasa melalui sebuah prosesi adat yang digelar warga setempat, Selasa (3/3/2026) malam.
Dalam acara tersebut, masyarakat secara resmi menyatakan penerimaan mereka terhadap para prajurit TNI yang tengah bertugas di kampung tersebut melalui prosesi penyematan gelang adat kepada anggota Satgas TMMD.
Prosesi dipimpin oleh Wakil Ketua Adat Kampung Tering Lama dan berlangsung dalam suasana khidmat. Gelang adat yang disematkan memiliki makna simbolis sebagai tanda bahwa para prajurit TNI telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Tering Lama selama menjalankan tugas di wilayah tersebut.

Meski anggota Satgas TMMD telah beberapa waktu tinggal dan bekerja di kampung itu, prosesi adat ini menjadi momen resmi yang menandai eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat setempat.
Setelah prosesi adat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara warga dan anggota Satgas TMMD. Suasana keakraban tampak begitu terasa, memperlihatkan kedekatan emosional yang telah terbangun sejak awal kedatangan para prajurit di kampung tersebut.
Saat ini, anggota Satgas TMMD yang bertugas di Kampung Tering Lama tengah mengerjakan sejumlah sasaran fisik, di antaranya pembangunan fasilitas TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) dan pembangunan MCK bagi masyarakat.
Selama berada di kampung, para anggota Satgas tidak hanya fokus menyelesaikan pekerjaan pembangunan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan masyarakat serta membantu berbagai aktivitas warga sehari-hari.
Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat Kampung Tering Lama kepada anggota Satgas.
“Kami merasa terhormat dan bangga atas penerimaan secara adat yang diberikan kepada anggota Satgas. Ini menjadi bukti bahwa hubungan antara TNI dan masyarakat terjalin dengan sangat baik. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk membangun fasilitas fisik seperti TMAB dan MCK, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan dengan warga,” ujarnya.
Ia juga menilai nilai-nilai adat dan budaya yang dijunjung tinggi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan kebersamaan.
“Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga hingga seluruh program TMMD selesai. Bahkan setelah kegiatan berakhir pun, tali persaudaraan antara TNI dan masyarakat tetap terjalin,” tambahnya.
Melalui prosesi adat tersebut, kemanunggalan antara TNI dan rakyat di Kampung Tering Lama semakin kokoh. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penyelesaian seluruh sasaran program TMMD serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.(MK)
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S





