
BALIKPAPAN – Kerusakan parah di Jalan AWS Syarani, kawasan Perumnas, Balikpapan Utara, menuai keluhan warga. Jalan yang menjadi penghubung antara Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat itu dipenuhi lubang serta genangan air, sehingga dinilai membahayakan pengguna, khususnya pengendara roda dua.
Pantauan warga, kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama. Lubang-lubang yang tertutup air membuat pengendara sulit mengantisipasi kondisi jalan, terutama saat hujan turun. Sejumlah warga pun mengaku khawatir risiko kecelakaan lalu lintas meningkat apabila tidak segera dilakukan perbaikan.
Ketua RT 09 Perumnas, Kelurahan Batu Ampar, Kasmadi, bahkan menyampaikan protes dengan menggunakan pengeras suara sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya penanganan. Ia menegaskan, kerusakan jalan dipicu oleh gorong-gorong yang rusak sehingga aliran air menjadi tersumbat dan meluap ke badan jalan.
“Air parit tidak mengalir dengan baik karena gorong-gorong rusak. Akibatnya air meluap dan menggenangi jalan, memperparah kerusakan yang sudah ada,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Menurut Kasmadi, pihaknya telah beberapa kali menyampaikan laporan terkait kondisi tersebut. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut. Ia menjelaskan, Jalan AWS Syarani merupakan jalan provinsi yang berada di dalam wilayah kota, sehingga kewenangan perbaikannya berada di tingkat provinsi.
“Kita sudah beberapa kali ganti Gubernur, ganti Ketua DPR, tapi jalan disini masih rusak, mas. Saya mohon lah bisa ada perbaikan,” jelasnya.
Warga RT 09 Perumnas berharap pemerintah provinsi segera turun tangan melakukan perbaikan, baik pada gorong-gorong maupun badan jalan. Mereka menginginkan akses jalan yang aman dan nyaman, serta mencegah terjadinya kecelakaan akibat jalan berlubang dan tergenang air.
“Bahasaya kalau hujan. Kasian masyarakat atau warga sini. Sering ada yang jatuh loh,” tutupnya.
Penulis: Aprianto


