BALIKPAPAN — Menjelang pelaksanaan Haul Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan, pada 28 Desember 2025, arus kendaraan di ruas tol Kalimantan Timur mengalami peningkatan tajam. Salah satu jalur yang paling merasakan dampaknya adalah Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam), yang kini semakin padat dilintasi kendaraan lintas provinsi.
Lonjakan mobilitas ini kian terasa setelah Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) dibuka secara fungsional sejak 20 Desember 2025. Selain menghubungkan Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tol IKN menjadi jalur alternatif baru bagi masyarakat Kaltim yang hendak menuju Kalimantan Selatan.
Marketing and Communication Department Head Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division, Herald Galingga, mengatakan bahwa agenda Haul Guru Sekumpul menjadi salah satu faktor utama meningkatnya pergerakan kendaraan pada akhir tahun ini. Menurutnya, akses tol yang semakin terhubung membuat mobilitas antarwilayah berjalan lebih lancar.
“Menjelang Haul Guru Sekumpul, arus kendaraan dari Kalimantan Timur ke Kalimantan Selatan mengalami peningkatan cukup signifikan. Tahun ini lonjakannya terasa lebih besar karena sudah didukung akses Tol IKN,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Herald menjelaskan, peningkatan arus lalu lintas mulai terlihat sejak sepekan sebelum pelaksanaan haul. Mayoritas kendaraan yang melintas merupakan kendaraan pribadi serta rombongan jemaah yang bergerak secara bertahap menuju Martapura.
Berdasarkan data Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division, tercatat sebanyak 12.179 kendaraan masuk melalui Gerbang Tol Manggar dari Ruas Tol Balikpapan–Samarinda menuju Tol IKN pada periode 20–24 Desember 2025. Sementara itu, arus kendaraan dari Tol IKN menuju Balikpapan dan Samarinda mencapai 8.147 kendaraan.
“Secara keseluruhan, volume lalu lintas di Ruas Tol Balikpapan–Samarinda pada periode H-7 hingga H-1 Natal dan Tahun Baru (Nataru) tercatat mencapai 106.769 kendaraan. Angka tersebut melonjak 39,4 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang berada di kisaran 76.597 kendaraan,” jelasnya.
Peningkatan ini sebelumnya telah diantisipasi oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur. Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, menambahkan pembukaan Tol IKN secara fungsional saat Nataru memang dipersiapkan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat, termasuk untuk kegiatan keagamaan berskala besar.
“Di penghujung Desember ada agenda besar di Kalimantan Selatan, yakni Haul Guru Sekumpul. Itu pasti berdampak pada pergerakan masyarakat yang melintasi Tol IKN,” ujar Yudi.
Yudi menegaskan, setidaknya ada tiga faktor yang mendorong potensi lonjakan kendaraan. Pertama, arus jemaah menuju dan dari Kalimantan Selatan. Kedua, meningkatnya minat masyarakat untuk berkunjung ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN selama libur panjang. Ketiga, keinginan pengguna jalan untuk mencoba jalur tol baru yang dinilai lebih efisien dan nyaman.
“Biasanya masyarakat penasaran ingin mencoba jalan tol baru, apalagi ini menuju kawasan IKN. Potensinya memang cukup besar,” jelasnya.
Seperti diketahui, pada periode Lebaran 2025 lalu, Tol IKN yang juga dibuka secara fungsional dilintasi 11.948 kendaraan selama delapan hari. Dengan kombinasi libur Nataru, agenda Haul Guru Sekumpul, serta dibukanya dua lajur Tol IKN dari Balikpapan hingga Penajam Paser Utara, BBPJN memperkirakan volume kendaraan tahun ini berpotensi lebih tinggi.
Oleh karena itu, Jasa Marga dan BBPJN mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memperhatikan jadwal operasional tol fungsional, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum bepergian.
Penulis: Aprianto




