SENDAWAR — Aktivitas penerbangan di Bandara Melalan, Kabupaten Kutai Barat, menjelang Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026 masih berlangsung normal tanpa lonjakan penumpang yang signifikan.
Berdasarkan pantauan di terminal Bandara Melalan pada Rabu siang (11/3/2026) sekitar pukul 14.39 Wita, suasana di ruang tunggu keberangkatan maupun kedatangan terlihat tidak terlalu padat dan masih berjalan seperti hari-hari biasa.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Melalan, Bernard Repelita Purba, menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah penumpang masih dalam batas normal.
Menurutnya, apabila nanti terjadi peningkatan jumlah penumpang menjelang Lebaran, pihak maskapai kemungkinan akan menambah jadwal penerbangan melalui layanan extra flight.
“Memang di Kutai Barat ini animo masyarakat cukup tinggi. Kebutuhan perjalanan menggunakan transportasi udara juga semakin meningkat,” ujar Purba saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2026).
Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini belum terdapat kenaikan harga tiket pesawat, meskipun beredar isu di masyarakat mengenai kenaikan tarif menjelang Lebaran.
Purba menjelaskan bahwa harga tiket pesawat diatur oleh Kementerian Perhubungan melalui mekanisme tarif batas bawah dan tarif batas atas.
“Selama harga tiket tidak melebihi tarif batas atas, itu tidak menyalahi aturan. Di penerbangan memang tidak ada harga yang tetap seperti transportasi darat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tarif tiket untuk rute Melak–Balikpapan saat ini sekitar Rp1,4 juta per penumpang, sedangkan rute Balikpapan–Melak berkisar Rp1,6 juta.
Purba menegaskan bahwa maskapai tidak dapat menetapkan harga tiket di luar ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.
Selain itu, pihak maskapai juga telah melakukan pertemuan dengan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin guna membahas rencana pembukaan rute penerbangan baru Samarinda–Melak dan sebaliknya.
Menurut Purba, maskapai meminta dukungan pemerintah daerah berupa surat rekomendasi agar rencana pembukaan rute tersebut dapat segera direalisasikan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kerinduan masyarakat Kutai Barat untuk memiliki rute penerbangan Samarinda–Melak dapat segera terwujud,” ungkapnya. (MK)
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S





