BALIKPAPAN – Menghadapi arus mudik lebaran tahun 2025, Pelabuhan Kariangau Balikpapan memastikan kesiapan operasionalnya. Khususnya layanan penyeberangan utama, yakni rute Kariangau-Penajam.
Koordinator Satuan Pelayanan (Koorsatpel) Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Karolus Makin, mengatakan bahwa rute Kariangau-Penajam memiliki 12 kapal yang beroperasi selama 24 jam, dengan tambahan 6 kapal cadangan.
“Keberangkatan dilakukan setiap 20 menit,” ujarnya, Minggu (23/3/2025).
Lebih lanjut Karolus Makin menjelaskan, secara menyeluruh jika 12 kapal beroperasi secara bergantian, setiap kapal rata-rata melakukan 6 perjalanan per kapal per hari. Namun, jika semua kapal beroperasi secara bersamaan dalam sistem rotasi maka setiap kapal akan berangkat setiap 4 jam sekali.
“Kapal cadangan bisa digunakan jika ada perawatan atau jika ada lonjakan penumpang,” jelasnya.
Seperti diketahui, selain rute tersebut Pelabuhan Kariangau juga melayani penyeberangan lintas provinsi ke Palu, Sulawesi Tengah, dan Mamuju, Sulawesi Barat.
Untuk jadwal terdekat, KMP Laskar Pelangi dijadwalkan beroperasi pada 23 Maret 2025 pukul 23.00 WITA untuk kedatangan dari Palu, Sulawesi Tengah. Kapal ini akan berangkat menuju Mamuju, Sulawesi Barat, pada 25 Maret 2025 pukul 18.00 WITA.
“Adapun kesiapan angkutan lebaran juga ditunjang dengan kegiatan rampcheck yang telah berlangsung pada 27 Februari – 7 Maret 2025 di Pelabuhan Kariangau dan Pelabuhan Penajam,” tambahnya.
Dalam pemeriksaan ini, total 16 kapal telah diperiksa, sementara 3 kapal lainnya masih dalam proses doking tahunan.
“Dari hasil rampcheck, ditemukan beberapa kekurangan minor yang harus segera dipenuhi. Rekomendasi telah diberikan kepada pihak terkait dan langsung ditindaklanjuti,” tegas Karolus.
Pemeriksaan ini juga melibatkan pengawasan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Sulawesi Barat.
“Secara keseluruhan, penyeberangan berlangsung lancar dan kondusif demi kelancaran operasional kapal selama musim mudik Lebaran 2025,” tutupnya.
Penulis: Aprianto