BALIKPAPAN — Upaya menjaga keamanan jalur laut menuju kawasan strategis terus diperkuat. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan menggelar patroli siaga di perairan Balikpapan, Kamis (26/3/2026), sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kondisi darurat, khususnya di lintasan yang terhubung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Dody Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pencegahan untuk memastikan aktivitas pelayaran tetap aman. Ia menyebutkan, kesiapan personel dan armada menjadi kunci dalam merespons cepat apabila terjadi insiden di laut.
“Siaga ini kami lakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif. Jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat, tim SAR gabungan sudah dalam kondisi siap bergerak,” ujarnya.
Patroli tersebut mengandalkan Kapal Negara SAR (KN SAR) Wisanggeni yang menyisir sejumlah titik vital, mulai dari Perairan Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Penajam, hingga area Jembatan Pulau Balang.
“Rute ini dikenal sebagai jalur penting yang menopang konektivitas menuju kawasan IKN,” jelasnya.
Selama patroli berlangsung, kapal dioperasikan dengan kecepatan optimal guna menjaga efisiensi sekaligus memperluas jangkauan pemantauan. Dengan kecepatan berkisar 23 hingga 25 knot, pengawasan diharapkan tetap maksimal tanpa mengurangi kesiapan operasional.
Tak hanya mengandalkan kekuatan internal, Basarnas juga menggandeng berbagai unsur pendukung. Keterlibatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) BPBD Kota Balikpapan menjadi bagian dari sinergi lintas instansi dalam memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.
“Kolaborasi ini sangat penting karena setiap instansi memiliki peran strategis dalam operasi pencarian dan pertolongan, mulai dari penanganan korban hingga respons awal saat terjadi kecelakaan di perairan,” tambahnya.
Selain itu, KN SAR Wisanggeni yang digunakan dalam patroli telah dilengkapi berbagai perangkat modern penunjang operasi SAR. Kapal ini dirancang untuk mendukung proses pencarian sekaligus evakuasi korban dalam beragam situasi, termasuk kondisi cuaca yang menantang.
Melalui kegiatan ini, Basarnas Balikpapan berharap kehadiran mereka di laut dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pengguna transportasi perairan. Upaya preventif tersebut juga menjadi bagian dari komitmen menjaga keselamatan di jalur strategis yang terus berkembang.
“Yang utama adalah memastikan seluruh aktivitas di perairan berjalan aman dan terkendali,” tutupnya.
Penulis: Aprianto





