spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

FGD RPJMD Mahulu Bahas Arah Pembangunan Daerah

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbangda) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pemaduserasian Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sebagai langkah strategis memperkuat arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, di Ruang Pertemuan Mandapa II Hotel Fugo, Samarinda, Selasa (3/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Suhuk membacakan sambutan tertulis Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa RPJMD merupakan dokumen penting yang menjadi kompas pembangunan daerah, karena memuat arah kebijakan serta prioritas program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“FGD ini memiliki peran strategis dalam proses penyusunan RPJMD, khususnya dalam melakukan pendalaman, penyelarasan, dan penajaman indikator kinerja. Dengan demikian, dokumen perencanaan yang dihasilkan diharapkan benar-benar berkualitas, terukur, efektif, dan tepat sasaran,” ujar Suhuk saat membacakan sambutan Bupati Mahulu.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Mahakam Ulu masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan infrastruktur, hingga kesenjangan ekonomi antarwilayah.

Baca Juga:   Amanda Festival 2025 Warnai Balikpapan, Luncurkan Bolen Lilit Perdana di Kalimantan

Karena itu, seluruh peserta FGD diminta untuk berpikir visioner namun tetap realistis dengan mempertimbangkan kondisi daerah, kapasitas fiskal, serta kemampuan kelembagaan pemerintah daerah.

Selain itu, penyusunan indikator kinerja yang terukur, relevan, dan implementatif dinilai sangat penting sebagai alat evaluasi terhadap capaian pembangunan daerah selama periode RPJMD.

Wabup juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas data dukung yang digunakan dalam penyusunan dokumen perencanaan.

“Data yang digunakan harus valid, akurat, dan terverifikasi sehingga kebijakan yang diambil benar-benar berbasis kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi visi dan misi kepala daerah ke dalam dokumen RPJMD, sehingga arah pembangunan tetap selaras dengan komitmen politik pemerintah daerah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Suhuk turut menyampaikan apresiasi kepada tim penyusun RPJMD, perangkat daerah, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan tersebut.

Kegiatan FGD ini turut menghadirkan narasumber dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan diikuti oleh jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu.

Baca Juga:   Wakil Ketua DPRD Balikpapan: Semangat Pahlawan Harus Hidup dalam Aksi Nyata Generasi Muda

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap dokumen RPJMD Mahakam Ulu 2025–2029 dapat disusun secara lebih komprehensif, terarah, dan mampu menjadi pedoman pembangunan daerah yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img