spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Festival Ramadan Melak Resmi Digelar, Pemerintah Komitmen Bentuk Generasi Qur’ani

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Pemerintah Kecamatan Melak menggelar Festival Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi dengan tema “Ramadan Bergema Mengukir Prestasi, Mencetak Generasi Qur’ani”. Kegiatan berlangsung di Simpang Tiga Tambak Malang, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Kamis (26/2/2026) sore.

Festival tersebut secara resmi dibuka Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, yang ditandai dengan pemukulan beduk sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.

Acara pembukaan turut dihadiri Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, Ketua TP-PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes, Plt Asisten III Setkab Kutai Barat Kamius Junaidi, Plt Kepala Dinas Pariwisata FX Sumardi, Plt Kepala Disnakertrans Welsi, Camat Melak Asrin Surianto, Danki 2 Batalyon B Pelopor Brimob Kutai Barat Ipda Abdullah Hadi, Danramil 0912-12 Melak Lettu Inf Wahyudi, Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak, serta Kasi BB Kejari Kubar Zuliyan Zuhdy.

Dalam sambutannya, Camat Melak Asrin Surianto menyampaikan bahwa tema festival menjadi wujud semangat bersama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai agama.

Baca Juga:   Presiden Akan Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah di Indonesia di IKN

“Tema ini menjadi komitmen kita bersama untuk membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai Al-Qur’an,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Frederick Edwin menegaskan bahwa Festival Ramadan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang Al-Qur’an, menumbuhkan motivasi keagamaan, serta menjadi wadah mencetak generasi Qur’ani yang membanggakan orang tua, sekolah, masyarakat, dan daerah.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak kita mengenai Al-Qur’an, menumbuhkan motivasi keagamaan demi meraih prestasi, serta menjadi wadah dalam mencetak generasi Qur’ani,” ujarnya.

Bupati juga menekankan tiga hal penting. Pertama, festival harus menjadi sarana pembinaan karakter dan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, bukan semata mengejar kemenangan. Kedua, sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat harus terus diperkuat. Ketiga, peserta lomba diminta menjunjung tinggi sportivitas dan saling menghormati.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan generasi muda. Pemerintah daerah bersama sekolah dan masyarakat berkomitmen menjadikan festival ini sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual anak sejak dini.

Baca Juga:   Sat Polairud Polresta Balikpapan Tetap Siaga Pasca Hari Raya, Jaga Stabilitas Kamtibmas Perairan

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan memberi dampak jangka panjang dalam membentuk generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, toleran, serta siap menjadi penerus pembangunan di Kutai Barat. (MK)

Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img