BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan (DLH) terus mempertegas komitmennya dalam menjaga kualitas lingkungan hidup di tengah laju pembangunan yang kian pesat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar agar pertumbuhan kota tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 10 Program Lingkungan Hidup sebagai pijakan utama dalam mewujudkan Balikpapan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan investasi harus tetap memperhatikan daya dukung serta daya tampung lingkungan.
“Kami ingin memastikan pembangunan di Balikpapan tetap berjalan, tetapi tidak mengorbankan lingkungan. Daya dukung lingkungan harus tetap terjaga,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Sudirman juga menjelaskan, program prioritas tersebut meliputi revitalisasi taman kota, pengembangan hutan kota, hingga penataan estetika dan penerangan di sejumlah titik strategis. Ruang terbuka hijau, kata dia, memiliki fungsi vital bukan hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai paru-paru kota serta ruang interaksi sosial masyarakat.
“Ruang terbuka hijau itu bukan hanya memperindah kota, tetapi juga menjadi paru-paru kota dan ruang interaksi masyarakat,” jelasnya.
Di sektor persampahan, DLH mendorong pengelolaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Edukasi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga terus digencarkan agar proses pengolahan di tahap akhir menjadi lebih efektif dan efisien.
Salah satu inovasi unggulan yang telah berjalan adalah pemanfaatan gas metana di TPA Manggar. Saat ini, sebanyak 380 sambungan rumah tangga telah merasakan manfaat energi alternatif tersebut. Gas metana yang sebelumnya terbuang kini dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi warga sekitar tempat pembuangan akhir.
“Gas metana yang dulunya terbuang percuma, sekarang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. Ini bukti bahwa pengelolaan sampah bisa memberi nilai tambah,” tambahnya.
Selain pengelolaan sampah, DLH juga aktif melakukan pengendalian pencemaran udara dan air, serta rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir. Keberadaan mangrove dinilai krusial dalam melindungi garis pantai dari abrasi sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim.
Tak hanya fokus pada program teknis, DLH juga menegaskan komitmennya dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan. Sudirman memastikan, setiap pihak yang terbukti merusak lingkungan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
Ia pun mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, lingkungan yang sehat merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan semua pihak agar Balikpapan tetap menjadi kota yang nyaman dan berkelanjutan,” tutupnya.
Penulis: Aprianto





