BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) kembali menggencarkan pemeriksaan kesehatan bagi para sopir angkutan umum selama libur Lebaran 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan melalui skrining terpadu di sejumlah titik strategis guna memastikan keselamatan penumpang di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Koordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa DKK Balikpapan, Agus Iriansyah, mengatakan bahwa kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di pool kendaraan, salah satunya di kawasan Karya Amal. Dalam pelaksanaannya, para pengemudi diperiksa saat kembali ke pool pada malam hari sebagai bagian dari pengawasan rutin.
“Pada kegiatan sebelumnya, pemeriksaan dilakukan di pool akhir. Setiap pengemudi yang kembali langsung kita cek kondisi kesehatannya,” ujar Agus, Selasa (24/3/2026).
Melihat pentingnya aspek keselamatan serta kebutuhan pengawasan yang lebih luas, DKK kemudian memperluas cakupan pemeriksaan. Selain di pool, skrining kini juga dilakukan di sejumlah titik lain, termasuk di kawasan Pelabuhan Semayang yang menjadi salah satu pusat pergerakan penumpang.
Menurut Agus, pemeriksaan ini merupakan langkah antisipatif terhadap berbagai risiko kesehatan yang dapat memengaruhi kinerja pengemudi. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain kelelahan, tekanan darah tinggi, hingga potensi penyalahgunaan zat berbahaya.
“Ini bukan sekadar formalitas. Kami ingin memastikan setiap pengemudi berada dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun mental, saat membawa penumpang,” jelasnya.
Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, kondisi kesehatan umum, serta deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular dan gangguan kesehatan jiwa. Jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan, pengemudi akan segera diarahkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas layanan kesehatan.
Selain melakukan pemeriksaan, DKK juga mengingatkan para pengemudi untuk menjaga kondisi tubuh dengan cukup istirahat, mengatur pola makan, serta menghindari konsumsi zat yang dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara.
Di tengah tingginya arus pergerakan masyarakat selama libur Lebaran, keselamatan perjalanan dinilai menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah kota menegaskan bahwa transportasi yang aman tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik dan mental pengemudi.
Melalui pelaksanaan skrining secara berulang ini, DKK berharap dapat menciptakan sistem transportasi publik yang lebih andal, aman, dan berorientasi pada keselamatan. Dengan demikian, setiap perjalanan masyarakat tidak hanya sekadar mencapai tujuan, tetapi juga memastikan seluruh penumpang tiba dengan selamat.
Penulis: Aprianto





