BALIKPAPAN – Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang mulai diterapkan pemerintah pusat sejak awal April 2026 belum sepenuhnya diadopsi di daerah, khususnya pada sektor pendidikan. Di Kota Balikpapan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memilih untuk tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka penuh di sekolah.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait penerapan sistem kerja fleksibel di lingkungan pendidikan. Menurutnya, penerapan WFA tidak bisa serta-merta disamakan dengan instansi pemerintahan lainnya.
Ia menilai, proses pendidikan memiliki karakteristik yang berbeda karena membutuhkan interaksi langsung antara guru dan siswa. Oleh sebab itu, penerapan skema kerja jarak jauh tanpa panduan yang jelas berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran.
“Untuk sementara, seluruh sekolah di Balikpapan tetap menjalankan aktivitas belajar secara normal. Siswa diwajibkan hadir di kelas seperti biasa, sementara guru juga tetap menjalankan tugas mengajar secara langsung di sekolah,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Lebih lanjut Irfan menjelaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian agar proses pendidikan tidak terganggu. Meski demikian, Disdikbud tidak menutup peluang adanya penyesuaian kebijakan di masa mendatang. Irfan mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah melakukan kajian internal guna mengantisipasi kemungkinan penerapan WFA di sektor pendidikan jika regulasi resmi telah diterbitkan.
“Kajian tersebut meliputi berbagai aspek penting, seperti kesiapan sarana dan prasarana digital, kemampuan tenaga pendidik dalam mengelola pembelajaran jarak jauh, hingga dampaknya terhadap capaian akademik siswa,” jelasnya.
Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain, di mana dinas pendidikan masih bersikap menunggu sebelum mengambil keputusan.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang paling selektif dalam merespons kebijakan kerja fleksibel, mengingat perannya yang sangat bergantung pada interaksi langsung dalam proses belajar mengajar.
Penulis: Aprianto



