BALIKPAPAN – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan harus melakukan penyesuaian besar dalam menjalankan program kerja tahun 2026 setelah anggaran yang dikelola mengalami pemangkasan signifikan. Dari sekitar Rp 65 miliar pada tahun sebelumnya, kini tersisa hanya sekitar Rp 34 miliar, atau berkurang lebih dari separuh.
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat pihaknya harus lebih selektif dalam menentukan prioritas kegiatan.
“Program-program yang dipilih adalah yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Lebih lanjut Haemusri Umar menjelaskan, sebagian besar anggaran saat ini terserap untuk belanja rutin, khususnya pembayaran gaji pegawai yang mencapai sekitar Rp 30 miliar. Hal ini membuat ruang fiskal untuk program lain menjadi sangat terbatas.
“Bahkan, anggaran pemeliharaan untuk 12 pasar yang berada di bawah pengelolaan Disdag hanya berkisar Rp 3,5 miliar,” jelasnya.
Dengan keterbatasan tersebut, Disdag memastikan tidak ada proyek pembangunan fisik baru pada tahun ini. Fokus diarahkan sepenuhnya pada pemeliharaan fasilitas pasar agar tetap layak digunakan oleh pedagang dan masyarakat.
“Selain itu, langkah efisiensi juga diterapkan pada berbagai pos pengeluaran, termasuk pengurangan anggaran perjalanan dinas yang dipangkas hingga 50 persen. Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan kondisi keuangan daerah yang semakin ketat,” tambahnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Disdag tetap berupaya menjalankan perannya dalam mengendalikan inflasi daerah. Salah satu strategi yang terus digencarkan adalah penyelenggaraan pasar murah dan program pangan terjangkau, yang terbukti mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih stabil.
“Ke depan, Disdag berharap kegiatan pasar murah dapat dilaksanakan secara lebih rutin, tidak hanya pada momen tertentu seperti hari besar keagamaan. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tegasnya.
Melalui berbagai langkah penyesuaian tersebut, Disdag Balikpapan menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah keterbatasan anggaran yang ada.
Penulis: Aprianto



