spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dari Wisuda STITEK Bontang (1) Menjawab Kebutuhan Industri, Bersiap Menjadi Universitas

Sabtu (24/1), saya menghadiri prosesi Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bontang (STITEK) Angkatan XIV yang digelar di Hotel Grand Mutiara Bontang. Saya hadir sebagai undangan resmi dan masuk dalam jajaran undangan VIP. Ini pengalaman pertama saya menghadiri wisuda bukan sebagai wisudawan, tapi tamu perguruan tinggi.

Undangan VIP diisi jajaran Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yayasan Pendidikan Bessai Berinta, Ketua LLDIKTI Wilayah XI, unsur Pemkot Bontang, dan pimpinan perusahaan yang beroperasi di Bontang. Hadir juga mewakili perbankan, rumah sakit, pimpinan perguruan tinggi, dan organisasi alumni. Kehadiran lintas unsur ini memperlihatkan posisi STITEK sebagai kampus yang memiliki keterkaitan langsung dengan dunia industri, pemerintah daerah, dan ekosistem pendidikan tinggi di Bontang.

Saya pernah dua kali mengikuti prosesi wisuda, yakni saat menyelesaikan studi S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda, dan saat lulus S2 Ilmu Hukum di Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Untuk S1 Ilmu Hukum di Universitas Trunajaya Bontang, saya hanya mengikuti yudisium dan tidak mengikuti prosesi wisuda. Karena itulah, menghadiri wisuda kali ini dari sisi undangan memberi perspektif berbeda.

Prosesi sidang terbuka senat Wisuda STITEK Bontang Angkatan XIV di Hotel Grand Mutiara Bontang. Foto: Agus S

Prosesi wisuda berlangsung tertib sejak pagi. Jajaran senat STITEK terlebih dahulu memasuki ruang sidang terbuka dan seluruh hadirin berdiri. Setelah senat menempati tempat duduk, tarian penyambutan khas daerah ditampilkan sebagai bagian dari pembukaan acara.

Baca Juga:   Angela–Suhuk Sah! Palu MK Akhiri Drama PSU Mahulu

Saya masuk bersama iring-iringan senat STITEK, mengikuti alur prosesi akademik. Setelah itu, jajaran pimpinan kampus dan senat duduk berbaris di depan panggung, sementara undangan VIP telah disiapkan kursi sofa di baris depan.

Tarian penyambutan ditampilkan usai senat menempati ruang sidang terbuka Wisuda STITEK Bontang Angkatan XIV. Foto: Agus S

Prosesi pemindahan tali toga kepada wisudawan dilakukan secara bergantian. Satu per satu nama dipanggil. Wisudawan naik ke panggung, menjalani pemindahan tali toga sebagai tanda kelulusan, menerima dokumen kelulusan, lalu kembali ke tempat duduk masing-masing.

Raut tegang bercampur lega tampak jelas. Baik dari wisudawan maupun keluarga yang menyaksikan dari kursi undangan.

Wisuda Angkatan XIV meluluskan 87 wisudawan dari Program Studi Teknik Informatika dan Teknik Elektro. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya dan menunjukkan konsistensi tingkat kelulusan STITEK dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua STITEK Bontang, Zaini, dalam sambutannya menyampaikan arah kebijakan kampus ke depan. Ia menyebut periode 2025 hingga awal 2026 sebagai fase awal kepemimpinannya dalam melanjutkan penguatan tata kelola institusi.

“Usia STITEK yang akan memasuki 21 tahun menjadi momentum untuk memperkuat fondasi kelembagaan dan tata kelola kampus secara lebih matang,” ujar Zaini.

Ketua STITEK memimpin prosesi pemindahan tali toga sebagai tanda kelulusan wisudawan STITEK Bontang Angkatan XIV. Foto: Agus S

STITEK Bontang akan memasuki usia 21 tahun pada Mei 2026. Pada usia ini, STITEK dinilai telah memiliki fondasi kelembagaan dan sistem manajemen yang semakin mapan untuk melangkah ke fase pengembangan berikutnya, termasuk rencana transformasi menjadi universitas.

Baca Juga:   Festival UMKM Berbenah: Rekor MURI, Omzet Tembus Ratusan Juta

Fokus pengembangan STITEK diarahkan pada peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi serta keterkaitannya dengan kebutuhan industri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Zaini menegaskan bahwa kampus harus mampu menjawab kebutuhan riil daerah.

“Kampus tidak boleh berjalan sendiri. STITEK harus relevan dengan kebutuhan industri, pemerintah daerah, dan masyarakat,” katanya.

Dalam sambutannya, Zaini juga menyampaikan sejumlah capaian STITEK sepanjang 2025 hingga awal 2026. Di antaranya peningkatan jabatan fungsional dosen, bertambahnya dosen bersertifikasi, serta penguatan sumber daya manusia melalui studi lanjut. STITEK juga memperoleh hibah penelitian dan pengabdian, termasuk pendanaan riset kolaboratif dengan perusahaan di Kota Bontang.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah dibukanya dua program studi baru mulai Januari 2026, yakni Teknik Industri dan Teknik Lingkungan. Dengan tambahan ini, STITEK kini memiliki enam program studi aktif.

“Pembukaan program studi ini merupakan bagian dari upaya STITEK menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri dan tantangan pembangunan daerah,” ujar Zaini.

Ketua STITEK juga menyampaikan bahwa institusinya telah memperoleh rekomendasi atas usulan perubahan bentuk menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang. Proses tersebut masih berjalan, namun secara administratif dan akademik telah memasuki tahap penting dalam pengembangan kelembagaan.

Baca Juga:   Pagi di Jembatan Mahakam: Antara Lari, Ponton, dan Rasa Cemas

Dalam wisuda ini diumumkan wisudawan terbaik dari masing-masing program studi. Wisudawan terbaik Program Studi Teknik Informatika diraih oleh Sherly Rahmawati Putri, S.Kom., dengan IPK 3,80. Sementara wisudawan terbaik Program Studi Teknik Elektro diraih oleh Izhar Meidiansyah, S.T., dengan IPK 3,47. Keduanya mendapat apresiasi khusus dari pimpinan kampus sebagai representasi capaian akademik tertinggi pada Wisuda Angkatan XIV.

Di akhir sambutannya, Zaini menyampaikan pesan kepada para wisudawan agar menjaga integritas dan tanggung jawab setelah menyandang gelar sarjana.

“Gelar akademik bukan akhir dari proses belajar, tetapi awal untuk berkontribusi di tengah masyarakat dan dunia kerja,” ujarnya.

Prosesi wisuda juga dirangkai dengan orasi ilmiah, pengumuman, serta pemberian penghargaan kepada mahasiswa dan dosen berprestasi. Panitia juga mengumumkan dan menyerahkan hadiah kepada pemenang sayembara logo universitas sebagai bagian dari tahapan perubahan bentuk kelembagaan.

Wisuda Angkatan XIV ini sekaligus menjadi wisuda terakhir yang digelar dengan nama Sekolah Tinggi Teknologi Bontang, dengan catatan proses perubahan bentuk kelembagaan berjalan sesuai target. Jika tahapan tersebut dapat dituntaskan, mulai tahun depan STITEK direncanakan bertransformasi menjadi Universitas Sains dan Teknologi Bontang. Artinya, prosesi wisuda berikutnya akan dilaksanakan atas nama universitas. (bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img