Bocah Tenggelam di Samarinda, Tim SAR Turun Tangan

SAMARINDA — Tim SAR Gabungan melakukan pencarian intensif terhadap seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, kawasan Pasiran, Jalan Untung Suropati, RT 25, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

Hingga Minggu pagi (15/3/2026), personel Basarnas bersama unsur potensi SAR lainnya masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian perkara.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries, mengatakan insiden tersebut terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WITA saat korban bermain dan berenang di pinggir sungai bersama beberapa temannya.

Namun proses pencarian sempat mengalami keterlambatan karena informasi mengenai kejadian tersebut tidak langsung disampaikan kepada warga atau pihak berwenang.

“Saat rekannya mengetahui korban tenggelam, bukannya melapor kepada warga, rekannya ini malah pulang ke rumah. Hal itulah yang menyebabkan informasi kejadian terlambat sampai kepada pihak berwenang,” ujar Aries.

Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi di lokasi, korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang.

Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR membagi personel untuk melakukan penyisiran ke arah hilir Sungai Mahakam menggunakan perahu karet serta peralatan SAR lainnya.

Baca Juga:   Pastikan Kualitas dan Kuantitas Layanan di SPBU, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Pengecekan Takaran

“Fokus pencarian pagi ini adalah penyisiran ke arah hilir. Radius pencarian sekitar 1,3 hingga 1,5 kilometer dari lokasi kejadian,” jelas Aries.

Meski kondisi cuaca relatif mendukung, tim di lapangan menghadapi kendala teknis dalam proses penyisiran.

Arus Sungai Mahakam yang cukup deras menjadi tantangan bagi tim penyelam maupun personel yang melakukan pencarian menggunakan perahu.

“Untuk kendala di lapangan saat ini adalah arus sungai yang cukup kuat,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dan memperluas area penyisiran dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img