spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BEM SI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Keikutsertaan di BoP

JAKARTA — Aksi solidaritas untuk Palestina kembali digelar di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026). Dalam aksi tersebut, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Muzammil Ihsan, secara terbuka mendesak pemerintah Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BoP).

Aksi yang diikuti oleh sejumlah organisasi mahasiswa serta koalisi masyarakat sipil itu menjadi forum penyampaian aspirasi terkait dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus kritik terhadap keterlibatan Indonesia dalam lembaga internasional tersebut.

Dalam orasinya di hadapan massa aksi, Muzammil Ihsan menilai langkah pemerintah yang bergabung dalam BoP tidak sejalan dengan sikap Indonesia yang selama ini dikenal konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Saudaraku-saudaraku semua sebangsa dan setanah air, kita melihat hari ini pemerintahan Republik Indonesia yang tadinya menyiapkan niat baik untuk perdamaian dunia, tetapi yang kita lihat adalah mereka masuk ke dalam lubang-lubang kemunafikan,” kata Muzammil Ihsan dalam orasinya.

Ia menegaskan bahwa lembaga yang diklaim sebagai forum perdamaian dunia tersebut justru dinilai tidak memberikan kontribusi nyata dalam menghentikan konflik yang terus terjadi di Palestina.

Baca Juga:   Indonesia Perketat Regulasi Keamanan Anak di Dunia Digital

“Ketika lembaga perdamaian dunia katanya yang tidak mendamaikan dunia, maka kita tuntut pemerintah Republik Indonesia untuk keluar dari BoP,” ujarnya.

Selain menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, Muzammil juga mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak bersikap pasif terhadap dinamika geopolitik global yang dinilainya semakin memengaruhi kehidupan masyarakat dunia.

“Hari ini pemuda Indonesia tidak lagi boleh diam terhadap apa yang kita lihat sekarang. Kita melihat Zionis-Zionis Israel dan Amerika telah membalikkan dunia untuk kepentingan politiknya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung potensi dampak konflik global terhadap kondisi ekonomi dan energi nasional. Menurutnya, pemerintah harus memastikan stabilitas pasokan energi dan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.

“Maka kita menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan bahwa pasokan energi dan ekonomi kita tetap berjalan dan tidak merugikan masyarakat,” tutur Muzammil.

Sepanjang aksi berlangsung, massa membawa berbagai poster serta spanduk yang berisi tuntutan agar pemerintah Indonesia keluar dari Board of Peace dan mempertegas dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Baca Juga:   Pasokan Listrik PLN Andal, Rangkaian Peringatan HUT RI Berlangsung Khidmat dan Meriah

Aparat kepolisian terlihat melakukan pengawalan selama aksi berlangsung. Arus lalu lintas di sekitar kawasan Silang Monas tetap berjalan meskipun sempat melambat akibat konsentrasi massa di sekitar lokasi demonstrasi.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img