BALIKPAPAN — Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di wilayah Kalimantan Timur. Kepastian itu disampaikan, sebagai bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, mengatakan bahwa berbagai langkah antisipatif telah dilakukan sejak awal tahun. Mulai dari pemeliharaan rutin, percepatan penanganan kerusakan jalan, hingga penguatan pengawasan di sejumlah titik rawan kecelakaan dan longsor.
“Kami memastikan seluruh ruas jalan nasional dalam kondisi mantap menjelang puncak arus mudik. Perbaikan pada titik-titik berlubang, retak, maupun area berpotensi tergenang sudah diprioritaskan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, jalur-jalur penghubung antar kota dan kabupaten di Kalimantan Timur menjadi perhatian utama, mengingat ruas tersebut diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.
Selain aspek teknis perbaikan jalan, BBPJN Kaltim juga memperkuat koordinasi lintas sektor bersama kepolisian, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal, termasuk kesiapan posko siaga dan penanganan darurat di lapangan.
Yudi menambahkan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan longsor dan genangan air, terutama pada ruas dengan kontur berbukit serta daerah dengan intensitas hujan tinggi.
“Personel dan peralatan disiagakan guna mempercepat respons apabila terjadi gangguan selama periode mudik,” jelasnya.
Tak hanya membahas kesiapan Lebaran, konferensi pers tersebut juga memaparkan Program Tahun Anggaran 2026. Program itu mencakup pembangunan dan peningkatan kapasitas jalan nasional, preservasi berkala, hingga penguatan infrastruktur pendukung konektivitas di Kalimantan Timur.
Langkah tersebut dinilai strategis, seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan distribusi logistik di wilayah Kaltim. Infrastruktur jalan yang andal menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta mobilitas masyarakat.
Di akhir penyampaiannya, Yudi mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.
“Infrastruktur yang baik harus diimbangi dengan kesadaran berlalu lintas. Patuhi rambu, jaga kecepatan, dan pastikan kondisi kendaraan prima sebelum berangkat,” tambahnya.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, BBPJN Kaltim optimistis arus mudik Lebaran 2026 di Kalimantan Timur dapat berjalan lancar, aman, dan minim hambatan.
Penulis: Aprianto





