SELAMA dua hari, 7–8 Februari 2026, Badak LNG Golf Course dipenuhi pegolf dari berbagai latar belakang. Ada atlet, profesional, pejabat, hingga pegolf amatir yang datang dengan tujuan berbeda-beda.
Namun di lapangan, semuanya berada pada posisi yang sama. Badak LNG Open Golf Tournament 2026 menjadi ajang uji fokus, konsistensi, dan kesiapan bermain dalam kondisi apa adanya.
Turnamen ini kembali mempertemukan banyak golfer wajah lama dan baru. Sejak Sabtu (7/2) pagi, peserta sudah berdatangan. Ada yang memilih langsung pemanasan, ada pula yang duduk santai sambil menunggu giliran tee off. Suasana lapangan terasa hidup, tetapi tetap tertib. Semua tahu, begitu berdiri di tee box, permainan akan berbicara dengan caranya sendiri.
Dalam tiga bulan terakhir, saya kembali rutin bermain golf. Bukan karena target skor, bukan pula mengejar juara. Saya ingin menjaga ritme. Menjelang turnamen, intensitas bermain meningkat.


Hampir setiap pekan saya turun ke lapangan bersama dr. Pakhruzzabadi, atau yang biasa saya sapa dokter Badi. Bersama pula Muhammad Sahib dan Bonnie Sukardi dari DPRD Bontang. Beberapa kali kami bermain dengan anggota DPRD Bontang lainnya, Winardi, Joni Alla Padang, hingga Alfin Rausan Fikri.
Sehari sebelum turnamen, kami bahkan bermain delapan orang, termasuk bergabung Rani Ardelia, atlet golf putri asal Bontang, yang selalu bermain rapi dan stabil.
Badak LNG Open 2026 menggunakan sistem System 36 on handicap, yang membuat persaingan terasa lebih seimbang. Hari pertama, Sabtu (7/2), tee off dimulai pukul 06.30 Wita untuk Flight B dan Ladies, dilanjutkan Flight C pada siang hari.
Minggu (8/2), Flight A dan Special Flight memulai permainan sejak pagi. Sejak hari pertama, lapangan sudah cukup padat.
Cuaca memberi tantangan tersendiri. Hujan yang turun di hari pertama membuat fairway lebih berat dan green tidak selalu mudah dibaca. Beberapa bola berhenti lebih cepat dari perkiraan, sebagian putting melenceng tipis. Kondisi ini dirasakan hampir semua golfer, terutama yang bermain di pagi hari. Tidak ada yang benar-benar diuntungkan. Semua menyesuaikan.



Dalam sambutannya, Ketua Komite Badak Golf Bontang, Nasrul Syahruddin, kembali mengingatkan peserta agar tidak menjadikan turnamen ini sebagai beban.
“Kita ini bukan Tiger Woods. Jadi main golf saja apa adanya. Mau pukulan ke kiri, ke kanan, tetap main. Kita datang ke sini bukan untuk jadi siapa-siapa, tapi untuk menikmati permainan,” ujarnya, disambut tawa peserta.
Turnamen ini memang bukan soal pamer kemampuan, bukan pula soal gaya. Namun tetap harus dijalani dengan jujur. Menyelesaikan setiap pukulan dan menerima hasilnya apa adanya.
Nasrul juga menjelaskan bahwa Badak LNG Open merupakan agenda rutin yang sempat bergeser jadwal karena berbenturan dengan agenda lain. Meski demikian, ia bersyukur pelaksanaannya berjalan baik dan partisipasi meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Jumlah peserta naik dibanding tahun lalu. Memang ada keterbatasan, seperti jumlah buggy dan kondisi lapangan, tetapi secara keseluruhan berjalan lancar. Yang terpenting, semangatnya tetap terjaga,” katanya.
Menurut Nasrul, turnamen ini tidak hanya bertujuan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan atlet golf di Bontang dan Kalimantan Timur. Banyak atlet lokal yang menjadikan lapangan ini sebagai tempat berlatih dan mengasah kemampuan secara rutin.
Hal senada disampaikan Yuli Gunawan yang mewakili Direksi PT Badak LNG. Ia menilai turnamen ini memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi perkembangan olahraga golf di daerah.
“Kegiatan ini berjalan lancar dan pesertanya meningkat. Dari sisi perusahaan, kami melihat turnamen ini memberi kontribusi positif, termasuk untuk pembinaan atlet. Beberapa pegolf bahkan bisa melangkah ke event yang lebih besar,” ujarnya.


DAFTAR JUARA
Dari sisi hasil, sejumlah nama tampil konsisten sepanjang dua hari pertandingan. Muchlis keluar sebagai Best Gross Overall (BGO) dengan total skor 73. Sementara Best Nett Overall diraih Rani Ardelia dengan nett score 68, sekaligus menegaskan konsistensinya sebagai atlet golf putri asal Bontang.
Untuk kategori flight:
* Gross Flight A: Jumbri
* Best Nett 1 Flight A: Suprapto
* Best Nett 2 Flight A: Harman
* Gross Flight B: Ravi Abdullah
* Best Nett 1 Flight B: Wisnu
* Best Nett 2 Flight B: Aksan
* Gross Flight C: Nahar
* Best Nett 1 Flight C: Mashudi
* Best Nett 2 Flight C: Danang
* Gross Flight Ladies: Reghina
* Best Nett 1 Ladies: Bintang
* Best Nett 2 Ladies: Dewi Ramdani
* Gross Flight Special: Ganda Pratama
* Best Nett 1 Special: Chairur Rozikin
* Best Nett 2 Special: Rayi Satrya
Pada nomor ketangkasan:
* Nearest to the Pin Hole 1: Jumbri
* Longest Drive Hole 2: Jumbri
* Nearest to the Line Hole 4: Dewi Ramdani
Selain piala dan hadiah utama, panitia bersama para sponsor juga menyiapkan berbagai doorprize menarik, termasuk hadiah uang tunai serta hadiah Hole in One berupa mobil di hole par tiga. Namun hingga turnamen berakhir, tidak ada peserta yang berhasil membukukan Hole in One.
Meski demikian, hal itu tidak mengurangi semarak turnamen. Doorprize dua sepeda motor dan berbagai peralatan elektronik tetap menjadi penutup yang dinanti, sekaligus memperkuat suasana kebersamaan di akhir acara.
Yang paling terasa dari Badak LNG Open 2026 adalah suasananya. Lapangan mempertemukan banyak latar belakang tanpa sekat. Tidak ada tuntutan harus sempurna. Semua bermain dalam kondisi yang sama dan menyelesaikan permainan sampai akhir. Dijalani apa adanya, tanpa beban dan tanpa pretensi. (*)
Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.





