Arus Balik Diprediksi Memuncak, Pemudik Diminta Waspada

SANGATTA – Arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Kutai Timur diprediksi mencapai puncaknya pada H+7. Lonjakan kendaraan yang kembali dari kampung halaman menjadi perhatian serius DPRD Kutim, terutama terkait potensi kepadatan dan kondisi infrastruktur jalan.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak terjadi penumpukan di jalur utama.

“Jangan menumpuk di satu waktu. Kalau bisa diatur, berangkat lebih awal atau setelah puncak arus balik,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Selain potensi kemacetan, kondisi jalan lintas provinsi di wilayah Kutim juga menjadi sorotan. Sejumlah ruas dilaporkan mengalami kerusakan yang berisiko membahayakan pengguna jalan, terlebih saat volume kendaraan meningkat signifikan.

“Memang ada beberapa ruas jalan yang kondisinya kurang bagus, jadi perlu ekstra hati-hati,” katanya.

Tak hanya itu, Jembatan Kandolo di Kecamatan Teluk Pandan juga masuk dalam kategori titik rawan. Struktur jembatan dinilai cukup berisiko, khususnya bagi kendaraan berat maupun saat kondisi cuaca tidak bersahabat.

DPRD Kutim berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan langkah penanganan, minimal perbaikan darurat, guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus balik.

Baca Juga:   Ekonomi Kreatif Balikpapan Selatan 2025: Panggung Inovasi dan Kebangkitan UMKM Lokal

“Mudah-mudahan segera ada penanganan, supaya masyarakat merasa lebih aman saat melintas,” tambahnya.

Jimmi juga menekankan pentingnya disiplin pengendara selama perjalanan. Ia mengingatkan agar pengguna jalan tidak memaksakan diri, tidak saling mendahului secara sembarangan, serta tetap mematuhi rambu lalu lintas.

“Tertib di jalan, saling menghargai. Jangan terburu-buru, karena libur Lebaran masih panjang,” pungkasnya.

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img