Apel Operasi Ketupat Mahakam 2026, Polda Kaltim Siapkan Ribuan Personel Amankan Idulfitri

BALIKPAPAN — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menggelar apel kesiapan pasukan sebagai tanda dimulainya pengamanan Operasi Ketupat Mahakam 2026 menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Kamis (12/3/2026). Apel ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, mengatakan operasi tersebut digelar untuk menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama rangkaian perayaan Idulfitri.

“Pada hari ini kami melaksanakan apel kesiapan pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Mahakam 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana, dan perlengkapan dalam mendukung pengamanan Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.

Kapolda Kaltim menjelaskan, total personel yang dilibatkan dalam operasi pengamanan Lebaran tahun ini di wilayah Kalimantan Timur mencapai 11.975 personel. Mereka berasal dari unsur kepolisian, TNI, serta berbagai instansi terkait. Khusus di wilayah Polresta Balikpapan, sebanyak 286 personel diterjunkan untuk membantu pengamanan berbagai titik strategis. Pengamanan juga melibatkan unsur pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga pengamanan swakarsa.

Baca Juga:   ForuM Pelik Duga Ada Nama Mantan Bendum Demokrat Dibalik Proyek DAS Ampal

“Pengamanan ini tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Tujuannya untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama perayaan Idulfitri berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Dalam operasi ini, aparat keamanan juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan yang tersebar di berbagai daerah. Di seluruh wilayah Kalimantan Timur, didirikan 52 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, serta 14 pos terpadu. Selain itu, aparat juga mengamankan sedikitnya 2.211 objek vital yang menjadi fokus pengawasan selama masa Lebaran. Objek tersebut meliputi bandara, pelabuhan, tempat wisata, kawasan permukiman, pusat keramaian, hingga lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan.

Kapolda juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap keamanan rumah yang ditinggalkan.

“Kami mengajak masyarakat yang akan mudik untuk memastikan rumah dalam keadaan aman. Jika ada kendaraan atau barang berharga yang ingin dititipkan, masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas penitipan di kantor kepolisian,” tambahnya.

Patroli rutin juga akan ditingkatkan, terutama di kawasan permukiman yang banyak ditinggalkan pemiliknya saat mudik.

Baca Juga:   Komisi II DPRD Balikpapan Soroti Lambatnya Pengerjaan Revitalisasi Pasar Klandasan

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img