Wisata Air Panas Pemapak Dibidik Buka hingga Malam Hari

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menyiapkan konsep baru untuk mengembangkan objek wisata Air Panas Pemapak agar memiliki daya tarik yang lebih kuat dan mampu menarik wisatawan sepanjang tahun.

Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), pengembangan destinasi tersebut tidak hanya difokuskan pada pembenahan fasilitas, tetapi juga memperkuat pengalaman wisata melalui narasi yang melekat pada kawasan itu.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso, mengatakan Air Panas Pemapak memiliki potensi lebih besar dibanding sekadar menjadi lokasi berendam. Karena itu, pihaknya tengah menyusun konsep *storytelling* yang mengangkat sejarah, budaya, dan cerita masyarakat di sekitar kawasan wisata tersebut.

“Destinasi ini perlu dilengkapi dengan cerita. Bisa tentang sejarah penemuannya, kisah-kisah masyarakat sekitar, cerita religi, misteri, sampai pengalaman orang-orang yang merasa memperoleh manfaat kesehatan setelah menjalani terapi air panas,” ujarnya.

Menurut Yudha, berbagai pengalaman pengunjung yang mengaku merasakan manfaat kesehatan setelah berendam juga akan dihimpun sebagai bagian dari narasi wisata.

Cerita-cerita tersebut diharapkan menjadi nilai tambah dalam promosi sehingga wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pengalaman yang lebih berkesan selama berkunjung.

Baca Juga:   Pulau Maratua Jadi Contoh Sukses Transformasi Digital di Wilayah Terluar Indonesia

Selain memperkuat konsep destinasi, Disbudpar Berau juga mulai mengkaji kemungkinan memperpanjang jam operasional Air Panas Pemapak hingga malam hari.

“Kami juga mulai mengkaji kemungkinan memperpanjang jam operasional wisata hingga malam hari,” katanya.

Yudha menilai wisata terapi air panas pada malam hari memiliki potensi tersendiri karena suasana yang lebih tenang dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin beristirahat maupun mencari relaksasi.

“Kalau memungkinkan, malam hari juga bisa dibuka untuk terapi. Orang yang ingin mencari ketenangan atau sekadar beristirahat bisa menikmati suasana tersebut. Tapi ini masih kami pelajari terlebih dahulu,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Sahruddin
Editor: Agus S.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img