PASER – Penyelenggaraan perdana Paser International Table Tennis Championship (ITTC) 2026 mendapat apresiasi dari atlet Tim Nasional (Timnas) Filipina. Meski baru pertama kali digelar, kejuaraan tenis meja berskala internasional tersebut dinilai telah memenuhi standar penyelenggaraan yang baik, mulai dari fasilitas hingga atmosfer pertandingan.
Atlet Timnas Filipina, Kheith Rhynne Cruz, mengaku terkesan dengan kualitas venue dan tingginya persaingan yang dihadirkan dalam kejuaraan tersebut.
“Lingkungan pertandingannya sangat-sangat bagus. Seperti venue yang besar dan banyak pemain-pemain besar yang ikut, jadi saya rasa ini bagus,” katanya, Kamis (23/7/2026).
Kheith menjelaskan, Paser ITTC 2026 menjadi kejuaraan tenis meja ketiganya di Indonesia. Sebelumnya ia pernah mengikuti Asian Championship 2019 di Yogyakarta dan SEA Youth Table Tennis Championships 2025 di Jakarta.
Menurutnya, untuk sebuah turnamen internasional yang baru pertama kali digelar, penyelenggaraan Paser ITTC sudah berjalan dengan sangat baik. Meski demikian, ia berharap pada edisi berikutnya jumlah peserta maupun negara yang berpartisipasi dapat semakin bertambah.
“Untuk penyelenggaraan selanjutnya, akan lebih baik jika lebih banyak yang datang, seperti lebih banyak negara-negara yang ikut, dan lebih banyak peluang bagi pemain,” ujarnya.
Sementara itu, atlet Timnas Filipina lainnya, Angle Lou Joyce Laude, mengungkapkan perjalanan menuju Kabupaten Paser menjadi pengalaman tersendiri bagi rombongannya.
Ia mengatakan perjalanan dari Filipina menuju lokasi pertandingan memakan waktu hampir 24 jam. Rombongan harus transit di Singapura sebelum melanjutkan penerbangan menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, kemudian melanjutkan perjalanan darat sekitar tiga jam menuju Kabupaten Paser.
“Setelah sampai, kami masih harus melanjutkan perjalanan sekitar 3 jam dari Bandara Sepinggan ke sini,” terangnya.
Meski harus menempuh perjalanan panjang, semangat mereka untuk mengikuti Paser ITTC 2026 tidak berkurang. Sebelum berangkat ke Indonesia, para atlet telah menjalani persiapan intensif melalui latihan rutin dan fisik.
“Kami berlatih dari pagi hingga sore, setiap hari Senin, Selasa dan Jumat. Dan kami juga melakukan beberapa latihan fisik,” jelasnya.
Keikutsertaan atlet Timnas Filipina bersama sejumlah negara Asia lainnya menunjukkan bahwa Paser ITTC mulai mendapat perhatian di tingkat internasional. Turnamen ini diharapkan terus berkembang menjadi agenda olahraga tahunan yang mampu menarik lebih banyak atlet dan negara peserta pada penyelenggaraan mendatang.
Pewarta: Nash
Editor: Agus S.





