Wali Kota Balikpapan Pastikan Pembangunan Sekolah dan Peningkatan Layanan Air Bersih Tetap Jadi Prioritas

BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menegaskan pembangunan sekolah baru serta peningkatan layanan air bersih tetap menjadi fokus utama Pemerintah Kota Balikpapan. Hal itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan awak media terkait progres pembangunan sekolah di Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat, serta gangguan distribusi air bersih yang belakangan dikeluhkan masyarakat.

Rahmad menyatakan, terganggunya distribusi air bersih saat ini bukan disebabkan berkurangnya pasokan air baku, melainkan karena adanya pekerjaan penggantian pipa induk yang telah berusia sekitar 40 tahun.

“Memang sekarang ada pekerjaan penggantian pipa induk. Jadi kalau distribusi air sedikit terganggu, itu bukan karena airnya tidak ada, tetapi karena sedang dilakukan perbaikan jaringan agar ke depan pelayanannya lebih baik,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Wali Kota meminta masyarakat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung karena pekerjaan tersebut menyangkut jaringan utama distribusi air bersih. “Kami mohon masyarakat bersabar. Mudah-mudahan setelah pekerjaan selesai, sistem kembali normal dan distribusi air menjadi lebih lancar. Ini dilakukan agar pelayanan air bersih ke depan semakin baik,” tegasnya.

Baca Juga:   Tingkatkan Kualitas SDM, Warga Sumber Rejo Ikuti Pelatihan dan Uji Sertifikasi Tukang Bangunan

Menurut Rahmad, salah satu titik pekerjaan berada di kawasan Transad Kilometer 8. Pipa lama yang selama ini digunakan diganti dengan pipa berdiameter lebih besar untuk meningkatkan kapasitas distribusi air seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat.

“Pipa yang diganti ini usianya sudah sekitar 40 tahun. Sekarang diganti dengan ukuran yang lebih besar supaya kapasitas distribusi air meningkat dan bisa melayani kebutuhan masyarakat dengan lebih optimal,” jelasnya.

Selain membahas layanan air bersih, Rahmad memastikan pembangunan sekolah baru di Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat tetap berjalan sesuai rencana. Saat ini, kedua proyek tersebut masih berada pada tahapan proses lelang sehingga pekerjaan fisik belum dapat dimulai.

“Untuk pembangunan sekolah masih dalam proses lelang. Jadi memang pekerjaan fisiknya belum dimulai karena masih mengikuti tahapan administrasi yang berlaku,” tambahnya.

Ia mengatakan masyarakat dapat mengonfirmasi perkembangan teknis proyek kepada Dinas Pendidikan maupun Dinas Pekerjaan Umum sesuai kewenangan masing-masing.
Rahmad menambahkan, anggaran pembangunan sekolah telah disiapkan melalui skema tahun jamak (multi-years), sehingga pengerjaannya dapat dilakukan secara bertahap hingga tuntas. Khusus pembangunan sekolah di Balikpapan Barat, penganggaran akan dilakukan bertahap hingga 2027 menyesuaikan progres pekerjaan.

Baca Juga:   Menteri PKP Sebut Wartawan Berhak Dapat Rumah Subsidi, Selama Penuhi Syarat MBR

Lebih lanjut, Rahmad menegaskan pendidikan dan kesehatan akan tetap menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan Kota Balikpapan.

“Yang paling penting bagi kami adalah pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas. Dua sektor ini adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mengarahkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk meningkatkan kualitas layanan air bersih dan menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik, baik melalui peningkatan layanan air bersih maupun penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai. Itu yang menjadi fokus utama Pemerintah Kota Balikpapan,” tutup Rahmad.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img