BALIKPAPAN – Sebanyak 191 siswa kelas XI SMA Taruna IKN tiba di Kota Balikpapan, Kamis (9/7/2026), sebagai awal dimulainya kegiatan pendidikan di kampus permanen yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebelumnya, para siswa tersebut menjalani pendidikan selama satu tahun di Kampus SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah.
Kepala SMA Taruna IKN, Rudi Setiawan, mengatakan jumlah siswa yang dijadwalkan bergabung pada tahap ini sebanyak 237 orang. Namun, 46 siswa lainnya masih mengikuti berbagai ajang perlombaan di daerah asal sehingga akan menyusul dalam waktu dekat.

“Hari ini yang datang sebanyak 191 siswa. Sementara 46 siswa lainnya masih mengikuti lomba dan nantinya akan bergabung sesuai jadwal yang telah kami atur,” ujar Rudi di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.
Ia menjelaskan seluruh siswa berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Setiap provinsi memiliki perwakilan sebagai bagian dari konsep keberagaman yang diterapkan di SMA Taruna IKN.
“Semua provinsi memiliki perwakilan. Setelah menikmati libur kenaikan kelas di daerah masing-masing, mereka langsung berangkat menuju SMA Taruna IKN,” jelasnya
Rudi menuturkan, seluruh siswa yang datang merupakan peserta didik yang kini naik ke kelas XI. Selama menempuh pendidikan di IKN, mereka akan menjalani sistem pendidikan berasrama yang telah dipersiapkan secara menyeluruh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan siswa pada 9 Juli, kemudian dilanjutkan silaturahmi bersama orang tua pada 10 Juli. Pada akhir pekan, pihak sekolah juga mengagendakan kegiatan pesiar agar siswa dan keluarga dapat mengenal lebih dekat kawasan IKN sebelum memasuki masa pembelajaran.
Kegiatan belajar mengajar secara penuh dijadwalkan dimulai pada Senin, 13 Juli 2026, dengan seluruh mata pelajaran sesuai kurikulum langsung diberikan sejak hari pertama.
“Kami ingin para siswa dan orang tua memiliki waktu untuk beradaptasi sekaligus melihat lingkungan IKN sebelum proses belajar dimulai,” tambah Rudi.
Dari sisi fasilitas, sekolah telah menyiapkan sembilan graha sebagai asrama, terdiri atas enam graha untuk siswa putra dan tiga graha untuk siswa putri. Seluruh fasilitas tersebut telah siap digunakan sehingga para siswa dapat langsung menempatinya setibanya di kampus.
Sementara itu salah seorang siswa, Ateya Azalia Ariandanakrisnatio asal Semarang, Jawa Tengah, mengaku antusias menjadi bagian dari angkatan pertama yang akan belajar di Kampus IKN. Menurutnya, kepindahan ke Kalimantan menjadi pengalaman baru sekaligus kesempatan berharga untuk mengembangkan diri.
“Saya sangat senang. Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Balikpapan. Semoga seluruh proses pendidikan ke depan dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Ateya sebelumnya menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang. Ia menilai pengalaman akademik maupun pembinaan karakter yang diperoleh selama di Magelang menjadi bekal penting untuk menjalani pendidikan di lingkungan baru.
Meski menyadari kondisi cuaca di Kalimantan lebih panas dibandingkan daerah asalnya, hal tersebut tidak menjadi kendala. Ia optimistis dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
“Saya akan mencoba beradaptasi terlebih dahulu dengan lingkungan sekitar. Mungkin membutuhkan waktu sekitar satu minggu, setelah itu saya yakin semuanya akan berjalan lebih mudah,” jelasnya.
Kedatangan ratusan siswa dari berbagai daerah di Indonesia menandai dimulainya operasional penuh SMA Taruna IKN di kawasan ibu kota baru. Sekolah berasrama tersebut diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi muda yang berkarakter, berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta memiliki jiwa kepemimpinan untuk masa depan Indonesia.
Penulis: Aprianto





