NUSANTARA – Sebanyak 60 peserta dari tiga komunitas kepemudaan dan masyarakat, termasuk pemuda-pemudi wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), melakukan aksi konservasi dan restorasi terumbu karang di kawasan pesisir Pulau Gusung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (4/7/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin yang membaur bersama para peserta.
Kegiatan diprakarsai Komunitas Kepemudaan Bara Sepaku dan berkolaborasi dengan Kompak Nusa Bahari serta Bumitaka Indonesia. Pulau Gusung dipilih karena memiliki potensi ekosistem terumbu karang sekaligus menjadi kawasan strategis untuk upaya restorasi lingkungan pesisir.

Sebanyak 60 peserta berasal dari Sepaku, Penajam, dan Balikpapan yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan konservasi laut.
Ketua panitia, Giska Laksmi Azizah, mengatakan kegiatan konservasi, transplantasi, dan penanaman terumbu karang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut.
“Terumbu karang itu ekosistem penting yang berfungsi sebagai habitat berbagai jenis ikan dan biota laut. Selain itu juga pelindung alami garis pantai, dan penopang kehidupan masyarakat pesisir. Jadi sudah sepatutnya kita jaga, kita konservasi dan restorasi bila mana ada kerusakan,” jelas warga Desa Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, wilayah delineasi IKN tersebut.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelestarian terumbu karang akan memberi dampak positif terhadap pengembangan wisata bahari Pulau Gusung.
“Dengan adanya kegiatan ini di wisata bahari ini, yang ada di Pulau Gusung, kita bisa tingkatkan dan animo masyarakat yang ada baik lokal dan luar kabupaten akan bisa datang menikmati pemandangan yang luar biasa yang ada di Pulau Gusung. Salam satu karang, satu hidupan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 16.00 Wita. Diawali sosialisasi konservasi dan restorasi terumbu karang, dilanjutkan aksi transplantasi atau penanaman terumbu karang di titik yang telah ditentukan. Seluruh peserta mendapat pendampingan dari tim pelaksana selama proses restorasi berlangsung.
Selain penanaman, kegiatan juga diisi dokumentasi, diskusi, serta eksplorasi kawasan pesisir sebagai media edukasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga kelestarian laut.
Terumbu karang merupakan ekosistem penting yang menjadi habitat berbagai jenis ikan dan biota laut, pelindung alami garis pantai, sekaligus penopang kehidupan masyarakat pesisir. Namun, keberadaannya terus menghadapi ancaman akibat aktivitas manusia maupun perubahan lingkungan sehingga diperlukan upaya konservasi dan restorasi secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, terutama generasi muda. (Adv)
Pewarta: Atmaja Riski/Media Kaltim
Editor: Agus S.





