Neni Dorong Budaya Literasi Lewat Program BERLIAN

BONTANG – Bunda Literasi Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengajak anak-anak memanfaatkan masa liburan sekolah dengan mengikuti Program Bermain dan Berliterasi Selama Liburan ke Perpustakaan (BERLIAN) yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang.

Program tersebut menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara menarik untuk menumbuhkan minat baca, sekaligus mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan wawasan anak-anak selama masa liburan.

Berbagai aktivitas telah disiapkan, di antaranya Bintang Baca, Replay, Dongeng Anak (DONAT), hingga Cinema Pusdabon. Seluruh kegiatan dirancang agar anak-anak dapat belajar sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Neni mengatakan perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga ruang belajar yang nyaman, kreatif, dan inspiratif bagi anak-anak.

“Belajar tidak harus membosankan. Di Perpustakaan Daerah Kota Bontang, anak-anak bisa bermain, membaca, berkreasi, berimajinasi, sekaligus menambah wawasan dalam suasana yang menyenangkan,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Ia juga mengajak para orang tua untuk mendampingi dan mengarahkan anak-anak memanfaatkan waktu liburan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Baca Juga:   Insiden Berulang, Jembatan Mahakam I Kembali Ditabrak Kapal

Menurutnya, Program BERLIAN menjadi salah satu upaya menanamkan budaya literasi sejak dini sekaligus menghadirkan pengalaman liburan yang lebih bermakna bagi generasi muda.

“Jangan lewatkan masa liburan begitu saja. Jadikan setiap hari lebih bermakna dengan berkunjung ke Perpustakaan Daerah Bontang. Ajak keluarga, sahabat, dan teman-teman untuk meramaikan Program BERLIAN. Karena liburan terbaik adalah liburan yang penuh cerita, ilmu, dan inspirasi,” jelasnya.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Bontang berharap anak-anak dapat mengisi waktu liburan dengan aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meningkatkan minat baca, memperluas pengetahuan, serta membangun karakter melalui budaya literasi.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img