BALIKPAPAN – Pemadaman bergilir listrik yang terjadi di Kota Balikpapan yang diperkirakan berlangsung hingga satu bulan berpotensi mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat. Kondisi tersebut terjadi akibat kerusakan pada dua pembangkit listrik, yakni PLTU Tanjung Batu dan PLTGU Handil.
Mengantisipasi dampak tersebut, PT Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengajukan permohonan kepada PLN agar tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama tidak masuk dalam jadwal pemadaman bergilir.
Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman, mengatakan tiga instalasi yang dimaksud yakni IPA Kilometer 12, IPA Kilometer 8, dan IPA Kampung Damai. Ketiga fasilitas tersebut menjadi penopang utama distribusi air bersih bagi sebagian besar pelanggan di Balikpapan.
“Yang kami minta pertama adalah menjaga pasokan listrik untuk tiga IPA utama tersebut agar tidak terkena pemadaman bergilir. Karena kalau listrik padam, pelayanan air bersih tidak bisa berjalan maksimal meskipun kami menggunakan genset,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Ali menjelaskan, PTMB memang telah menyiapkan generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan. Namun, kapasitasnya hanya mampu mendukung sekitar 80 hingga 90 persen operasional instalasi pengolahan air.
Selain kapasitas yang terbatas, penggunaan genset juga memiliki risiko teknis berupa fenomena water hammer, yakni lonjakan tekanan air yang terjadi saat perpindahan sumber listrik dari PLN ke genset atau sebaliknya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan tekanan air berbalik arah sehingga menghantam jaringan perpipaan maupun pompa instalasi. Jika terjadi berulang kali, dampaknya berpotensi merusak infrastruktur distribusi air.
“Ketika terjadi perpindahan dari listrik PLN ke genset, tekanan air bisa berbalik arah. Dampaknya dapat menghantam pipa bahkan pompa. Inilah yang kami khawatirkan,” jelasnya.
Selain meminta pasokan listrik tetap tersedia di tiga IPA utama, PTMB juga berharap PLN dapat memberikan informasi lebih awal apabila akan melakukan pemeliharaan jaringan maupun pemadaman terencana. Pemberitahuan tersebut dinilai penting agar perusahaan memiliki waktu menyiapkan langkah mitigasi dan penyesuaian operasional sehingga gangguan pelayanan kepada pelanggan dapat diminimalkan.
“Kami berharap setiap ada pemeliharaan atau perbaikan jaringan, kami diberi informasi jauh-jauh hari. Kalau tidak ada pemberitahuan, ketika terjadi pipa bocor atau pecah tentu akan mengganggu aliran air kepada pelanggan,” tambahnya.
Hingga kini, dampak gangguan listrik yang dialami PTMB masih sebatas kerusakan pada jaringan distribusi utama (JDU). Meski pompa instalasi belum terdampak, kerusakan pada pipa utama tetap memengaruhi kelancaran distribusi air ke masyarakat.
“Alhamdulillah belum sampai ke pompa. Yang terdampak masih di pipa, tetapi yang rusak merupakan jaringan distribusi utama sehingga tetap berpengaruh terhadap penyaluran air,” tegas Ali.
PTMB berharap koordinasi dengan PLN dapat terus berjalan selama masa gangguan pembangkit berlangsung agar pelayanan air bersih kepada warga Balikpapan tetap terjaga semaksimal mungkin.
Penulis: Aprianto





