Kubar Harumkan Nama Kaltim, Juara Paduan Suara dan Vokal Solo di PENAS XVII

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menerima kunjungan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kutai Barat Stepanus Alexander Samson, Sekretaris Distan Muhammad Firdaus, beserta jajaran dan kontingen Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Ruang Kerja Bupati, Lantai III Kantor Bupati Kutai Barat, Rabu (1/7/2026).

Dalam audiensi tersebut, Kepala Distan Kutai Barat Stepanus Alexander Samson menyampaikan bahwa keikutsertaan Kutai Barat dalam PENAS merupakan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian.

Pengiriman petani, penyuluh, pelaku usaha pertanian, dan unsur pendamping dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing sektor pertanian daerah.

Menurutnya, PENAS menjadi wadah pembelajaran bagi petani untuk bertukar pengalaman, mempelajari praktik terbaik, serta mengenal berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang telah berhasil diterapkan di berbagai daerah.

“Petani saat ini dituntut tidak hanya mampu berproduksi, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, berwirausaha, memanfaatkan teknologi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan dinamika pasar,” jelasnya.

Baca Juga:   Satgas TMMD Selesaikan Fasilitas MCK di Kampung Tering Lama

Selain meningkatkan kapasitas SDM, PENAS juga menjadi kesempatan memperluas jejaring dengan petani dari berbagai provinsi, pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga investor.

Jejaring tersebut dinilai penting untuk membuka akses informasi, teknologi, pasar, serta peluang kerja sama bagi pengembangan sektor pertanian di Kutai Barat.

Stepanus menjelaskan, Kutai Barat mewakili Kalimantan Timur setelah menjadi juara pada Pekan Daerah XI KTNA Kalimantan Timur.

Semula kontingen dijadwalkan mengikuti lomba paduan suara, vokal solo, tari tradisional, dan karya wirausaha petani. Namun, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat peserta tari tradisional tidak dapat diberangkatkan, sementara peserta karya wirausaha berhalangan mengikuti perlombaan.

Meski demikian, penampilan pada cabang paduan suara dan vokal solo yang digelar di Taman Budaya Limboto pada 20 Juni 2026 berhasil mengukir prestasi membanggakan.

Berkat latihan dan pendampingan yang maksimal, kontingen Kutai Barat sukses meraih Juara I Paduan Suara dan Juara I Vokal Solo pada kategori Pagelaran Seni Budaya dan Gita Nusantara.

“Hari ini kami melaporkan kepada Bupati capaian yang berhasil diraih selama mengikuti PENAS XVII di Gorontalo. Kami optimistis pengalaman dan jejaring yang diperoleh akan memberikan manfaat besar bagi kemajuan sektor pertanian Kubar,” ujarnya.

Baca Juga:   Pengamat Tegaskan Pengembalian Aset Bukan Jalan Keluar Final

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas prestasi gemilang yang diraih kontingen Kutai Barat pada ajang nasional tersebut.

Menurutnya, meski berangkat di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, kontingen Kutai Barat mampu membawa pulang dua gelar juara nasional dan mengharumkan nama daerah.

“Di tengah keberangkatan yang terbatas karena efisiensi anggaran, kontingen Kubar mampu memberikan hasil terbaik. Mereka tidak hanya mewakili Kalimantan Timur, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Kutai Barat di tingkat nasional,” ujarnya.

Frederick menegaskan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi petani, termasuk di bidang seni dan budaya, agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada ajang-ajang berikutnya.

“Kami akan terus berupaya memberikan dukungan sehingga potensi seni yang dimiliki para petani dapat berkembang lebih baik dan terus melahirkan prestasi,” ungkapnya.

Stepanus berharap pada PENAS Petani dan Nelayan XVIII yang akan digelar di Provinsi Lampung, Kutai Barat dapat mengirim lebih banyak peserta sehingga semakin banyak petani memperoleh pengalaman, memperluas jejaring usaha, memperkuat kelembagaan petani, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:   Proyek Normalisasi Sungai Capai 14,17%, Lahan 9,4 Hektare Sudah Dibebaskan

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img