Roadshow HUT Ke-6 Media Kaltim Network kali ini berlangsung tidak seperti biasanya.
Saya baru pertama kali bertemu langsung dengan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, S.I.K., M.H. Meski cukup lama berkecimpung di dunia jurnalistik dan sering berhubungan dengan institusi kepolisian, pertemuan langsung dengan Kapolresta Samarinda baru terjadi kali ini.
Tempat pertemuannya pun bukan di ruang kerja Kapolresta Samarinda. Bukan juga di ruang rapat. Tapi di pos polisi dekat Jembatan Mahakam.
Awalnya kami dijadwalkan bertemu di ruang kerja Kapolresta Samarinda. Namun jadwal sempat bergeser karena Kapolresta baru menjalani operasi usus buntu di Balikpapan.
Setelah kondisinya membaik, pertemuan kembali dijadwalkan Kamis (19/6).
Ternyata sore itu mahasiswa menggelar aksi di kawasan Jembatan Mahakam dan Kapolresta turun langsung memimpin pengamanan.
Saya sempat berpikir pertemuan tersebut kembali ditunda. Tapi ternyata tidak.
Kami tetap diterima. Hanya saja lokasinya berpindah ke pos polisi yang menjadi titik pemantauan pengamanan aksi.
Saya datang bersama Direktur Radar Media Adhi Abdian, Dimas yang selama ini bertugas meliput kepolisian dan kriminal di Samarinda, serta tim multimedia Media Kaltim, Nuzul Saputra dan Refi.
Saat tiba setelah Salat Magrib, suasananya cukup sibuk.
Beberapa anggota terlihat bergantian menyampaikan laporan perkembangan situasi di lapangan kepada Kapolresta. Dari HT yang terus berbunyi, saya juga mendengar laporan mengenai perkembangan aksi mahasiswa yang sedang berlangsung.
Di tengah situasi tersebut, Kapolresta tetap meluangkan waktu menerima kami.
“Saya mohon maaf ya. Jadi akhirnya harus menerima di sini,” katanya sambil mempersilakan kami duduk.
Belum lama pembicaraan dimulai, HT kembali berbunyi.
Sesekali beliau mendengarkan laporan. Sesekali berdiri melihat perkembangan di lapangan. Kemudian kembali duduk dan melanjutkan pembicaraan.
Saya juga sempat mendengar langsung beberapa arahan yang disampaikan kepada anggota.
Pesannya menekankan pengamanan harus dilakukan secara persuasif.
Anggota diminta tetap tenang, mengedepankan komunikasi, dan tidak terpancing situasi di lapangan. Arahannya singkat, tetapi jelas.
Selama pertemuan berlangsung, laporan terus berdatangan dan HT hampir tidak pernah berhenti berbunyi.
Dalam kesempatan itu kami menyampaikan agenda HUT Ke-6 Media Kaltim Network yang akan digelar pada Juli mendatang. Kami juga menyerahkan undangan untuk menghadiri Media Kaltim Network Appreciation Night 2026.
Perbincangan kemudian mengalir ke berbagai hal. Mulai dari perkembangan media digital, kondisi daerah, hingga pengalaman bertugas di berbagai tempat.
Sebelum dipercaya memimpin Polresta Samarinda, Hendri Umar memiliki pengalaman panjang bertugas di lingkungan Polda Metro Jaya. Sejumlah penugasan pernah dijalaninya sebelum akhirnya mendapat amanah memimpin Polresta Samarinda.
Yang menarik, semua itu berlangsung ketika kondisi Kapolresta sebenarnya belum sepenuhnya pulih pascaoperasi.
Namun sore hingga malam itu ia tetap berada di lapangan bersama anggotanya.
Tidak lama setelah pertemuan selesai, Kapolresta kembali berdiri dan memantau perkembangan situasi.
Sementara kami melanjutkan perjalanan.
Roadshow HUT Ke-6 Media Kaltim Network pun berlanjut ke agenda berikutnya.
Pertemuan itu berlangsung singkat.
Namun cukup untuk melihat seorang Kapolresta yang baru menjalani operasi tetap memilih berada di lapangan bersama anggotanya.
Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.






