SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mempercepat pembenahan Stadion Segiri Samarinda agar siap menjadi kandang Borneo FC pada kompetisi Liga 1 musim 2026/2027 serta ajang AFC yang dijadwalkan berlangsung tahun ini.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemindahan lampu stadion dari Stadion Utama Palaran ke Stadion Segiri. Rencana tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Infrastruktur Stadion Segiri yang digelar Senin (22/6/2026).
Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengatakan rapat melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pekerjaan Umum, hingga unsur pemerintah kota untuk memastikan pemanfaatan aset daerah berjalan optimal.
“Kita fokus pada teknis pemindahan lampu dari Stadion Palaran ke Stadion Segiri. Karena itu kami melibatkan berbagai pihak terkait agar aset milik Pemprov dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.
Menurut Rasman, proses pemindahan lampu tidak sesederhana membongkar dan memasang kembali. Tahapan pekerjaan meliputi pembongkaran konstruksi, pemindahan material, pemasangan ulang, hingga pengujian pencahayaan sesuai standar kompetisi profesional.
Saat ini Dispora telah menghitung kebutuhan anggaran serta waktu pelaksanaan yang diperlukan agar pekerjaan dapat segera dimulai.
“Hari ini kami memastikan apakah proses pemindahan bisa segera dilakukan. Karena ada tahapan pembongkaran, pemindahan, pemasangan kembali, termasuk kebutuhan anggarannya yang sudah mulai kami hitung,” katanya.
Berdasarkan hasil kajian teknis, lampu Stadion Palaran memiliki kapasitas pencahayaan mencapai 1.800 lux. Namun karena perbedaan konstruksi stadion, pencahayaan tersebut belum otomatis memenuhi kebutuhan Stadion Segiri.
Di Stadion Palaran, lampu terpasang pada struktur tribun, sementara di Stadion Segiri menggunakan tiang lampu. Kondisi itu membuat diperlukan penyesuaian arah pencahayaan (aiming) serta penambahan beberapa titik lampu baru.
“Hasil perhitungan sementara masih ada kekurangan sekitar 133 lux atau setara delapan titik lampu tambahan yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Untuk menutupi kebutuhan tersebut, Pemprov Kaltim tengah menyiapkan sejumlah opsi pembiayaan, termasuk melalui pergeseran anggaran APBD maupun dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Rasman menegaskan seluruh proses peningkatan infrastruktur Stadion Segiri harus mengacu pada standar yang ditetapkan PSSI agar tidak terjadi kesalahan teknis yang berujung pemborosan anggaran.
“Kalau nanti dilaksanakan, harus ada rekomendasi dan pengawasan langsung dari PSSI. Jangan sampai bongkar pasang berulang kali. Sekali dikerjakan harus tuntas dan sesuai standar,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembenahan Stadion Segiri menjadi salah satu prioritas utama Pemprov Kaltim dalam mendukung perkembangan sepak bola profesional di daerah sekaligus memastikan Borneo FC dapat tampil dengan fasilitas yang memenuhi standar nasional maupun internasional.
Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.





