BALIKPAPAN – Upaya menjaga ketahanan pasokan air bersih bagi masyarakat Kota Balikpapan terus dilakukan. Salah satu langkah strategis yang saat ini menjadi perhatian adalah pengerukan sedimentasi di Waduk Manggar sebagai sumber air baku utama kota.
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin, mengatakan kapasitas tampung Waduk Manggar mengalami penurunan akibat sedimentasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Sejak awal dibangun, daya tampung Waduk Manggar sekitar 16 juta meter kubik. Namun berdasarkan data terakhir, kapasitasnya diperkirakan tinggal sekitar 14 juta meter kubik. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh sedimentasi yang terjadi seiring perkembangan dan pembangunan di kawasan sekitar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV saat ini telah melakukan pengerukan untuk mengembalikan kapasitas tampung waduk agar tetap optimal dalam memenuhi kebutuhan air baku masyarakat.
PTMB berharap proses pengerukan mampu meningkatkan kembali volume tampungan air. Meski belum tentu kembali ke kapasitas awal sebesar 16 juta meter kubik, setidaknya dapat mendekati angka ideal.
“Kami berharap kapasitas tampung bisa kembali meningkat, minimal mendekati 15 juta meter kubik. Dengan begitu, cadangan air baku Kota Balikpapan tetap aman dan mampu menghadapi potensi musim kemarau panjang,” jelasnya.
Terkait target kedalaman pengerukan, Yudhi menjelaskan bahwa saat ini kedalaman waduk berkisar sekitar 15 meter. Sementara kondisi idealnya mendekati 20 meter seperti saat awal beroperasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa aspek teknis pengerukan sepenuhnya menjadi kewenangan BWS sebagai instansi yang memiliki kompetensi dan data teknis terkait kondisi waduk.
“Mereka yang lebih memahami aspek teknis, mulai dari kedalaman ideal, kapasitas tampung, hingga kekuatan konstruksi waduk. Kami menunggu hasil evaluasi dan perkembangan pekerjaan di lapangan,” tambahnya.
Selain Waduk Manggar, PTMB juga mulai melakukan langkah antisipatif dengan mengidentifikasi sejumlah bendali atau bendung pengendali yang berpotensi menjadi sumber air baku alternatif saat terjadi El Nino.
Yudhi mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan BWS dan melakukan survei lapangan untuk mengukur kualitas maupun potensi debit air di beberapa bendali.
“Kami sudah meminta pemanfaatan beberapa bendali dan melakukan pengujian kualitas air. Saat ini tim masih melakukan kajian di lapangan. Dalam waktu dekat akan dilaporkan hasilnya, termasuk potensi debit air yang bisa dimanfaatkan sebagai cadangan,” tegasnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi PTMB dalam memastikan layanan air bersih tetap terjaga, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan Kota Balikpapan menghadapi dampak perubahan iklim dan potensi kekeringan pada musim kemarau mendatang.
Penulis: Aprianto





