— Pemerintah terus memperkuat agenda transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pendekatan langsung ke berbagai daerah di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelaku UMKM tidak tertinggal dalam arus perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Hal tersebut disampaikan oleh Tiar Nabilla Karbala, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, yang menjeahwa pihaknya bersama tim telah melakukan perjalanan dinas ke sekitar 25 kota dan kabupaten di berbagai wilayah Indonesia. Di antaranya Jawa Barat (termasuk Sumedang), Sumatera Selatan, Aceh, Yogyakarta, Surabaya di Jawa Timur, hingga Kalimantan Timur.
“Pendekatan kami adalah turun langsung ke lapangan agar dapat menyerap aspirasi pelaku UMKM secara nyata,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026) di hadapan para pelaku UMKM Kota Balikpapan.
Menurut Tiar, kunjungan di Kota Balikpapan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari kerja strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis kondisi riil di lapangan. Dalam setiap kunjungan, tim melakukan dialog langsung dengan pelaku UMKM untuk mendengarkan berbagai tantangan, mulai dari akses permodalan, pemasaran, hingga adaptasi teknologi.
“Hasil dari kunjungan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk laporan atau memo yang disampaikan langsung kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan kebijakan nasional,” jelasnya.
Selain itu, Staf Khusus juga berperan dalam mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga agar program yang berjalan dapat saling terintegrasi. Dalam aspek kolaborasi, pemerintah turut melibatkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian UMKM dan Smesco, serta sejumlah mitra swasta seperti Google.
“Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan literasi digital, penguatan akses jaringan internet, hingga pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk mendukung usaha kecil,” tambahnya.
Tiar menekankan bahwa pengenalan AI kepada pelaku UMKM menjadi salah satu prioritas utama. Menurutnya, teknologi tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha.
“AI bukan lagi sesuatu yang jauh dari keseharian. Bahkan dalam hal sederhana seperti navigasi melalui Google Maps atau pembuatan konten promosi, teknologi ini sudah sangat membantu pelaku usaha,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI dapat membantu UMKM dalam berbagai aspek, mulai dari pengolahan konten media sosial, desain promosi, hingga produksi materi pemasaran secara lebih cepat dan efektif.
Pemerintah berharap, melalui pendekatan kolaboratif dan pemanfaatan teknologi digital, UMKM Indonesia dapat naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun global.
Penulis: Aprianto





