Banjir Lumpuhkan Aktivitas Belajar SDN 012 Samarinda Hingga Berhari-hari

SAMARINDA – SDN 012 Sungai Kunjang kembali menyuarakan kondisi memprihatinkan yang selama bertahun-tahun mengganggu aktivitas belajar mengajar akibat banjir tahunan yang terus terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Plt Kepala SDN 012 Sungai Kunjang, Laode Akahan Haira, mengungkapkan genangan air tidak hanya merendam halaman sekolah, tetapi juga masuk hingga ke ruang kelas dan ruang kantor.

“Kalau di luar itu tidak masalah, tapi yang permasalahannya di ruang-ruang kelas dan kantor. Banjirnya dalam. Setelah itu dua sampai tiga hari kadang anak-anak tidak bisa sekolah karena banjir,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, saat banjir besar terjadi, ketinggian air di dalam ruangan bahkan bisa mencapai lutut orang dewasa. Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara.

Tak hanya itu, pihak sekolah juga harus menghadapi tumpukan lumpur yang tersisa setelah air surut. Para guru disebut harus bergotong royong membersihkan seluruh area sekolah agar kembali bisa digunakan.

“Setelah banjir itu meninggalkan lumpur yang tebal. Guru-gurunya gotong royong membersihkan lumpur setelah hujan,” katanya.

Baca Juga:   PLN UID Kaltimra Siaga Kelistrikan Pilkada 2024

Laode menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya sejak 2022 tersebut sudah sekitar 30 tahun belum pernah mendapat revitalisasi besar. Ia menilai perbaikan ringan tidak lagi efektif karena posisi lantai sekolah kini hampir sejajar dengan permukaan jalan.

“Kami berharap dilakukan peninggian. Kalau hanya direnovasi biasa itu kurang efektif, karena setiap hujan deras selalu banjir. Dulu sekolah ini tingginya sekitar satu meter, sekarang sudah rata dengan jalan,” jelasnya.

Pihak sekolah pun telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda terkait solusi penanganan jangka panjang. Salah satu opsi yang muncul ialah pembangunan sekolah dengan konsep panggung agar aliran air bisa lewat di bawah bangunan.

“Kami usulkan peninggian sekitar satu sampai satu setengah meter. Awalnya kami usulkan ditimbun, tapi dari Dinas Pendidikan mengusulkan konsep panggung supaya air lebih leluasa mengalir di bawah,” ungkap Laode.

Selain persoalan banjir, SDN 012 Sungai Kunjang yang saat ini memiliki 176 siswa dan tujuh rombongan belajar juga masih menghadapi keterbatasan fasilitas meubelair seperti meja dan kursi siswa.

Baca Juga:   Satgas Pangan Polda Kaltim Peringatkan Pedagang Nakal Jelang Idulfitri

“Sebagian memang sudah dibantu Dinas Pendidikan, tapi sebagian lainnya masih menggunakan papan biasa,” tuturnya.

Meski demikian, Laode mengaku sedikit lega karena beberapa bangunan baru seperti perpustakaan dan ruang UKS dibangun lebih tinggi sehingga hingga kini masih aman dari genangan banjir.

“Kalau perpustakaan yang baru itu aman, belum pernah kebanjiran karena memang dibangun lebih tinggi. UKS juga begitu,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img