BALIKPAPAN – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur menggelar mimbar bebas di Kota Balikpapan, Senin (1/6/2026). Ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menyosialisasikan agenda aksi jilid III yang akan digelar dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur.

Ketua Aksi, Rahman Fathurrahman, mengatakan bahwa dalam kegiatan yang berlangsung di ruang publik Kota Balikpapan itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah isu yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah dan lembaga legislatif. Mereka menegaskan bahwa aksi yang akan datang merupakan kelanjutan dari tuntutan yang telah disuarakan pada aksi sebelumnya.
“Tujuan utama kegiatan tersebut adalah memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran publik mengenai berbagai persoalan tata kelola pemerintahan yang menjadi perhatian mahasiswa saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat beberapa tuntutan utama yang kembali akan dibawa dalam aksi jilid III. Di antaranya mendorong audit terhadap sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai menimbulkan persoalan di masyarakat, memperkuat upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta menekankan pentingnya fungsi pengawasan yang dijalankan DPRD Kalimantan Timur.
“Selain itu, kami juga menyoroti pentingnya penggunaan hak angket oleh DPRD Kaltim sebagai instrumen pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah apabila ditemukan persoalan yang memerlukan pendalaman lebih lanjut,” jelasnya.
Kegiatan mimbar bebas tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus di Kalimantan Timur. Beberapa di antaranya berasal dari Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Universitas Mulawarman, Universitas Kutai Kartanegara, Politeknik Negeri Balikpapan, Universitas Balikpapan, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya yang disebut akan bergabung pada agenda berikutnya.
Balikpapan dipilih sebagai lokasi pertama dalam rangkaian kegiatan sosialisasi dan konsolidasi mahasiswa lintas daerah. “Kota ini menjadi titik awal untuk memperluas gerakan mahasiswa ke berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur,” tambahnya.
Setelah Balikpapan, Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur berencana melanjutkan kegiatan serupa ke sejumlah daerah lain, yakni Kabupaten Kutai Kartanegara. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun jaringan gerakan yang lebih luas sekaligus menyerap aspirasi mahasiswa dan masyarakat di berbagai wilayah.
“Kami ingin membangun gerakan yang tidak hanya terpusat di Samarinda, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari seluruh daerah di Kalimantan Timur,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan mimbar bebas berlangsung tertib dan diikuti sekitar 50 peserta. Selain menyampaikan orasi, mahasiswa juga membuka ruang diskusi mengenai isu tata kelola pemerintahan, transparansi kebijakan publik, serta penguatan fungsi pengawasan lembaga legislatif.
Melalui kegiatan tersebut, Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur berharap partisipasi publik dalam mengawal jalannya pemerintahan semakin meningkat, sekaligus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Penulis: Aprianto





