Seorang Balita di Manggar Meninggal Usai Terjatuh di Saluran Air

BALIKPAPAN – Seorang balita berusia dua tahun, bernama Kenzio Argani Raganevan, meninggal dunia setelah diduga tenggelam di saluran drainase atau parit besar yang berada di depan rumahnya di Jalan Mangga V RT 54, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu (31/5/2026).

Korban ditemukan warga dalam kondisi tidak sadarkan diri sekitar satu jam setelah dinyatakan hilang. Meski sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Medika Manggar, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Kapolsek Balikpapan Timur, AKP M Chusen, mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 09.40 WITA saat ibu korban sedang berada di dalam rumah untuk mengganti popok adik korban. Sekitar pukul 10.00 WITA, korban diketahui masih bermain di area depan rumah.

“Namun beberapa saat kemudian, orang tua korban tidak lagi melihat keberadaan anak tersebut. Upaya pencarian langsung dilakukan dengan memanggil dan menyisir area sekitar rumah, tetapi korban tidak ditemukan,” ujarnya.

Lebih lanjut AKP M Chusen menjelaskan, kekhawatiran keluarga semakin besar setelah hanya menemukan sandal milik korban di dekat parit yang berada tepat di depan rumah. Keluarga dan warga kemudian menduga korban terjatuh ke dalam saluran air tersebut.
Mendengar teriakan minta tolong dari keluarga, warga sekitar segera berdatangan dan melakukan pencarian bersama.

Baca Juga:   UPTD PPA Pastikan Ibu dan Anak Korban Kekerasan Seksual Dapat Pendampingan

“Penyisiran dilakukan sepanjang aliran parit yang mengarah ke wilayah lain di Balikpapan Timur,” jelasnya.

Sekitar pukul 10.40 WITA, korban akhirnya ditemukan warga di bawah sebuah jembatan di kawasan Selili RT 100, berjarak cukup jauh dari lokasi awal korban diduga terjatuh. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban kemudian dievakuasi dan segera dibawa ke RS Medika Manggar untuk mendapatkan pertolongan medis. Tim dokter yang menangani langsung melakukan tindakan resusitasi jantung paru (CPR) dan berbagai upaya penyelamatan sesuai prosedur kegawatdaruratan.

“Dokter RS Medika Manggar, dr. Kevin, menjelaskan bahwa saat tiba di Instalasi Gawat Darurat, korban sudah dalam kondisi tidak bernapas dan tidak memiliki denyut nadi,” tambah Kapolsek Balikpapan Timur.

Selain itu ditemukan tanda-tanda kekurangan oksigen berat seperti bibir membiru, pupil mata melebar, serta adanya busa yang keluar dari hidung yang mengarah pada dugaan tenggelam.

“Tim medis telah melakukan tindakan resusitasi dan penanganan sesuai prosedur. Namun korban tidak menunjukkan respons ataupun tanda-tanda kehidupan,” tegasnya.

Baca Juga:   Satbrimob Polda Kaltim Sebarkan 3.000 Bendera Merah Putih di Empat Kota

Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.00 WITA.

Kejadian tersebut diduga merupakan kecelakaan murni. Faktor usia korban yang masih balita serta keberadaan saluran drainase terbuka dengan kedalaman cukup dalam dan arus yang mengalir deras diduga menjadi penyebab utama terjadinya musibah tersebut.

Polisi juga menilai kejadian ini menjadi perhatian serius terkait aspek keselamatan lingkungan permukiman, khususnya keberadaan drainase terbuka yang berpotensi membahayakan anak-anak.

“Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, mendata identitas korban dan keluarga, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan instansi terkait,” tutupnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang tinggal di sekitar sungai, parit, maupun saluran drainase terbuka. Polisi juga merekomendasikan adanya evaluasi terhadap titik-titik drainase yang dinilai rawan serta pemasangan pagar pengaman, penutup saluran, dan rambu peringatan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img