BONTANG – Di tengah banyaknya perusahaan besar yang berdiri di Kota Bontang, lulusan SMA dan SMK lokal ternyata masih kesulitan mendapatkan kesempatan pertama untuk masuk ke dunia kerja.
Persoalan itu disoroti Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, saat melakukan kunjungan ke PT Badak LNG beberapa waktu lalu. Ia menilai generasi muda Bontang sebenarnya tidak menuntut gaji besar ketika baru lulus sekolah, tetapi hanya membutuhkan ruang untuk belajar dan memperoleh pengalaman kerja awal.
“Anak-anak SMA/SMK ini sebenarnya tidak menuntut soal honor, mereka hanya ingin diberi kesempatan untuk belajar dan menambah pengalaman. Itu saja sebenarnya,” ucapnya.
Menurut Heri, kondisi tersebut menjadi ironi bagi Bontang yang dikenal sebagai kota industri. Banyak perusahaan besar beroperasi, namun lulusan lokal masih kesulitan masuk karena terbentur syarat pengalaman kerja.
Akibatnya, banyak tenaga kerja muda dari Bontang kalah bersaing dengan pelamar dari luar daerah yang sudah memiliki jam terbang lebih tinggi di sektor industri.
Heri menilai persoalan utama bukan pada kemampuan dasar lulusan baru, melainkan minimnya kesempatan yang diberikan perusahaan untuk memulai karier dari nol.
Karena itu, ia meminta perusahaan lebih terbuka menyediakan program magang, pelatihan kerja, hingga pembinaan tenaga kerja pemula secara berkelanjutan.
“Kalau bisa perusahaan agar lebih terbuka dalam menyediakan program magang, pelatihan kerja, hingga pembinaan tenaga kerja pemula secara berkelanjutan,” tambahnya.
Ia menegaskan, memberikan akses pengalaman kerja sejak dini bukan hanya membantu anak muda mendapatkan keterampilan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi perusahaan dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten.
“Kalau tidak diberi ruang belajar dari awal, mereka akan terus tertinggal dalam persaingan kerja. Jangan hanya menerima karyawan yang sudah berpengalaman saja, coba kasih sedikit buat mereka yang belum bisa untuk pengalaman pertama di dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Pjs Vice President Business Support Badak LNG, Ravito Karismael, menjelaskan pihak perusahaan sebenarnya telah menjalankan sejumlah program pengembangan sumber daya manusia, seperti management trainee dan graduate development program.
Ia juga menegaskan proses rekrutmen dilakukan secara terbuka melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama mengikuti seleksi kerja. (MK)
Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S





