Kepala Yayasan SDI MIA Ingatkan Santri Tetap Hormati Guru dan Orang Tua

SANGATTA – Prosesi Haflah Akhirussanah atau wisuda kelulusan SDI Mutiara Islam Al Ittiba (MIA) Sangatta berlangsung khidmat di Gedung Wanita Bukit Pelangi, Sabtu (9/5/2026). Sebanyak 52 santri angkatan III resmi dilepas setelah menuntaskan pendidikan dasar mereka.

Namun, wisuda kali ini tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan. Uji publik hafalan Al-Quran menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian para tamu undangan dan orang tua santri.

Satu per satu santri tampil di hadapan peserta wisuda untuk menunjukkan kemampuan hafalan Al-Quran mereka tanpa melihat mushaf. Suasana ruangan pun mendadak hening saat lantunan ayat suci mulai dibacakan para santri.

Tahun ini, SDI MIA mengusung tema “Al-Quran di Dada, Ilmu Pengetahuan di Genggaman Menuju Generasi Rabbani” sebagai gambaran konsep pendidikan yang menggabungkan penguatan akademik dan karakter religius.

Kepala Yayasan SDI MIA, Ridwan mengatakan para lulusan diharapkan terus melanjutkan pendidikan dan tetap menjaga hubungan baik dengan guru serta sekolah.

“Kejarlah cita-cita setinggi langit, namun jangan pernah melupakan baktimu kepada orang tua. Tetap jaga silaturahmi dengan sekolah dan ingat setiap butir ilmu yang telah diajarkan di sini,” ujarnya.

Baca Juga:   KPB Pecahkan Rekor MURI! 1.640 Pekerja Gotong Royong Bersihkan Kilang

Ridwan menyebut keberhasilan para santri hingga menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi antara pihak sekolah dengan orang tua murid.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali murid yang selama ini ikut mendampingi proses pendidikan anak-anak mereka.

Sementara itu, mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Slamet Riyanto menilai generasi yang tumbuh dengan nilai-nilai Al-Quran akan memiliki fondasi kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Tantangan masa depan sangat kompleks. Nilai akademik yang baik memang penting, namun keberhasilan hidup yang sesungguhnya akan lebih mudah diraih jika kalian memiliki ilmu yang bermanfaat dan keberkahan dari para guru,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet juga memastikan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mendukung pemerataan fasilitas pendidikan, termasuk bagi sekolah swasta berbasis keagamaan seperti SDI MIA.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pembangunan gedung sekolah, pengadaan seragam, hingga program beasiswa bagi siswa berprestasi.

Prosesi wisuda ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara guru, orang tua, serta para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (MK)

Baca Juga:   Ratusan Pelayat Iringi Kepergian Maming

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img