Hadapi Ancaman El Nino, PTMB Siapkan Langkah Strategis Jaga Ketahanan Air Bersih

BALIKPAPAN — Menghadapi potensi dampak fenomena El Nino tahun ini, Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai mengambil langkah strategis untuk menjaga ketahanan pasokan air bersih bagi masyarakat Balikpapan.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan bahwa berbagai skenario mitigasi telah disiapkan sejak dini, merujuk pada informasi dari BMKG serta koordinasi lintas instansi.

“Begitu kami menerima informasi awal, kami langsung menggelar rapat direksi dan berkoordinasi dengan Dewan Pengawas serta pemerintah kota untuk menyusun langkah penanganan bersama,” ujarnya Rabu (5/5/2026) saat menggelar perskon dengan awak media.

Yudhi menjelaskan, pengalaman menghadapi El Nino pada akhir 2023 hingga awal 2024 lalu menjadi acuan penting. Saat itu, kondisi baru kembali normal pada Mei 2024 setelah terjadi penurunan curah hujan yang signifikan.

Seperti diketahui untuk tahun ini berdasarkan prediksi, puncak El Nino di Kalimantan diperkirakan terjadi pada Juni hingga Oktober.
Meski intensitasnya diperkirakan dalam kategori normal, dampaknya tetap perlu diwaspadai.

Berdasarkan analisis dari Balai Wilayah Sungai (BWS), penurunan curah hujan bisa mencapai 40 persen. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pasokan air masuk ke Waduk Manggar dan Teritip hingga di bawah 50 persen.

Baca Juga:   LBH Sikap Balikpapan Ambil Sikap Perihal Wali Kota Balikpapan Naikkan DO RT se-Balikpapan

“Karena itu, saat puncak El Nino nanti, kami kemungkinan hanya akan berproduksi maksimal 75 persen. Ini bukan pengurangan layanan semata, tetapi langkah untuk menjaga keberlanjutan air hingga awal 2027,” jelasnya.

Sebagai bagian dari mitigasi, PTMB juga memanfaatkan sumber air alternatif. Salah satunya adalah optimalisasi bendali (bendungan pengendali) yang tersebar di beberapa titik. Selain itu, penggunaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile menjadi solusi fleksibel untuk mengolah air dari berbagai sumber.

“IPA mobile ini bisa berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, sehingga produksi air tetap berjalan dan distribusi ke masyarakat tetap terjaga, meski dengan sistem bantuan tangki di wilayah tertentu,” tambah Yudhi.

Koordinasi dengan Kecamatan juga terus diperkuat untuk memetakan wilayah yang paling terdampak. Pendekatan berbasis pengalaman tahun sebelumnya dinilai efektif dalam menentukan prioritas distribusi air bersih.

Saat ini, PTMB masih beroperasi pada kapasitas penuh sambil terus memantau kondisi waduk. Tambahan sumber air baku dari sumur bantuan pemerintah provinsi serta potensi pemanfaatan Sungai Sepaku juga menjadi penopang penting.

Baca Juga:   Influenza Penyakit Terbanyak Saat Lebaran Seeta 31 Kasus Kecelakaan dan 1 Meninggal Dunia

“Kami berharap dengan kesiapan ini, masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih secara optimal, meski di tengah tantangan iklim. Ini bukan hanya soal distribusi air, tetapi tentang menjaga keberlangsungan hidup bersama,” tutupnya.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img