BALIKPAPAN — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja ke Kota Balikpapan, untuk meninjau langsung pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Selasa (5/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Maruarar didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Kalimantan Timur, serta Wali Kota Balikpapan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan program bedah rumah berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah terus bergerak cepat dalam menyediakan hunian layak sebagai bagian dari komitmen nasional yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Program BSPS disebutnya sebagai bukti nyata kehadiran negara, khususnya bagi masyarakat miskin ekstrem.
“Program ini adalah bentuk nyata negara hadir untuk rakyat. Target nasional tahun ini meningkat sangat signifikan, dari 45.000 unit pada tahun lalu menjadi 400.000 unit rumah yang akan dibedah,” ujarnya.
Lebih lanjut Maruar menjelaskan, khusus untuk Kalimantan Timur, kuota BSPS juga mengalami peningkatan tajam. Jika pada tahun sebelumnya hanya sekitar 600 unit, maka pada 2026 meningkat menjadi 3.000 unit. Peningkatan ini dinilai sebagai respons terhadap kebutuhan hunian layak yang masih cukup tinggi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara tersebut.
Di Balikpapan sendiri, program BSPS telah berjalan di sejumlah kelurahan dengan menyasar rumah tidak layak huni milik warga berpenghasilan rendah. Pemerintah kota melalui dinas terkait juga terus melakukan verifikasi dan pendampingan agar bantuan tepat sasaran dan sesuai standar pembangunan.
Salah satu penerima manfaat, Nur, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Selama enam tahun terakhir, ia bersama tiga anggota keluarganya tinggal di rumah yang tidak layak huni.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Dulu kondisi rumah kami sangat memprihatinkan, sekarang sudah jauh lebih baik dan aman untuk keluarga,” ujarnya.
Selain program bedah rumah, pemerintah juga mendorong pertumbuhan sektor perumahan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Program ini ditujukan untuk mempermudah akses pembiayaan hunian bagi masyarakat, sekaligus menggerakkan sektor konstruksi dan ekonomi daerah.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Balikpapan menilai program BSPS turut membantu mengurangi kawasan kumuh dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Sejalan dengan program penataan kota, Balikpapan juga terus mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dasar seperti drainase dan jalan lingkungan guna mendukung kawasan hunian yang lebih layak dan berkelanjutan.
Dengan peningkatan kuota dan dukungan lintas sektor, pemerintah berharap program BSPS dapat semakin mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur.
Penulis: Aprianto





