Pemkot Balikpapan Genjot Transformasi Puskesmas Menuju Standar “Puskesmas Sehat”

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui transformasi menyeluruh di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Langkah ini dilakukan agar setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut mampu memenuhi standar “Puskesmas Sehat” yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati, mengatakan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik. Menurutnya, pembenahan tidak hanya berfokus pada layanan medis semata, tetapi juga mencakup peningkatan infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, serta pengelolaan lingkungan yang sehat.

“Transformasi ini tidak hanya fokus pada pelayanan medis saja, tetapi juga menyentuh aspek infrastruktur, kompetensi SDM, dan pengelolaan lingkungan yang sehat,” ujar Alwiati, Selasa (21/4/2026).

Alwiati menjelaskan, ketiga aspek tersebut harus berjalan secara seimbang agar hasil yang dicapai maksimal. Jika hanya satu aspek yang diperbaiki, kualitas layanan dinilai tidak akan optimal. Salah satu perhatian utama dalam program ini adalah pengelolaan limbah medis. DKK Balikpapan mewajibkan setiap puskesmas memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna memastikan limbah tidak mencemari lingkungan dan tetap aman bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga:   Disdikbud Balikpapan Atur Jadwal Belajar dan Libur Sekolah Selama Ramadan 1447 H

“Selain itu, penerapan standar kebersihan dan keamanan juga diperketat. Pentingnya kewaspadaan universal di setiap fasilitas kesehatan untuk mencegah risiko penularan penyakit, baik kepada pasien maupun tenaga medis,” jelasnya.

Untuk menjaga konsistensi standar tersebut, DKK telah membentuk Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) yang bertugas melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi rutin. Evaluasi ini dilakukan secara berkala melalui forum Mini Lokakarya setiap tiga bulan, guna membahas berbagai kendala di lapangan sekaligus mencari solusi bersama.

Alwiati juga menyoroti langkah cepat pemerintah dalam mengatasi keterbatasan fasilitas, salah satunya relokasi Puskesmas Margasari yang sebelumnya berada di atas perairan. Lokasi lama dinilai tidak lagi memenuhi standar akreditasi, sehingga sementara waktu dipindahkan ke tempat yang lebih layak dengan sistem sewa.

“Pembangunan gedung permanen sudah masuk dalam rencana strategis dan sedang dipersiapkan secara bertahap,” tambahnya.

Terkait pelayanan, ia memastikan seluruh puskesmas tetap beroperasi penuh setiap hari kerja tanpa kebijakan pembatasan. Menurutnya, layanan kesehatan tidak dapat dilakukan secara jarak jauh karena masyarakat tetap membutuhkan pelayanan langsung.

Baca Juga:   SMK 2 Sangatta Utara dan Universitas Tanjungpura Wakili Kalimantan di Ajang National Dance Competition

Melalui transformasi ini, Pemkot Balikpapan berharap masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan kesehatan secara nyata.

“Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” tutupnya.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img