NUSANTARA — Sejumlah pedagang di Pasar Segar Sepaku (PSS) mengeluhkan sepinya pembeli meski aktivitas di area luar pasar terlihat cukup ramai.
Sapri, salah satu pedagang ikan segar, mengaku sejak pagi hingga siang belum mendapatkan satu pun pembeli. Kondisi ini membuatnya merasa kesulitan beradaptasi di lokasi baru.
“Sepi sekali,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Sapri mengaku sebelumnya berjualan di Pasar Pandansari, Balikpapan, dan baru mencoba peruntungan di Sepaku. Ia juga memastikan tidak pernah berjualan di pasar tumpah yang kini beroperasi di sekitar kawasan tersebut.
Keluhan serupa disampaikan Pulina, pedagang lainnya. Ia menyebut dalam setengah hari berjualan, belum ada transaksi yang terjadi.
“Setengah hari ini buka jualan, belum laku. Belum ada yang beli,” katanya.
Ironisnya, aktivitas di luar bangunan pasar justru tampak lebih ramai. Pedagang di area luar menawarkan jenis barang yang hampir sama dengan yang dijual di dalam PSS, meskipun terdapat sedikit perbedaan harga.
“Kalau masalah harga, ada sedikit beda. Misal di luar 34, di sini di bawahnya,” jelasnya.
Sepinya aktivitas di dalam Pasar Segar Sepaku diduga dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya keberadaan jalur bypass yang memecah arus kendaraan, keberadaan pasar tumpah di RT 21 Dusun Semoga Jaya, hingga isu yang beredar terkait larangan penggunaan alas kaki di dalam pasar.
Sementara itu, Staf Direktorat Sarana Prasarana Sosial Otorita IKN, Steven, menyebut pihaknya terus memantau kehadiran pedagang setiap hari.
Ia menegaskan, pedagang yang tidak beroperasi dalam kurun waktu tiga bulan dapat dikenai sanksi pencabutan hak atas los atau kios.
“Setiap hari ada absensi. Kalau tiga bulan tidak buka, bisa dicabut,” tegasnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat Pasar Segar Sepaku diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di kawasan Ibu Kota Nusantara. (MK)
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S





