UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melaksanakan Gerakan Tanam Padi (GTP) serentak di lokasi cetak sawah rakyat (CSR) Kampung Datah Bilang Ilir, Kecamatan Long Hubung, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk komitmen memperkuat ketahanan pangan daerah melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Mahulu, Simeon, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Pertanian dalam pelaksanaan gerakan tanam padi serentak secara nasional.
“Tahun 2025, perencanaan cetak sawah melalui APBN menargetkan 240 hektare di tujuh lokasi kampung. Namun dalam pelaksanaannya, Mahulu memperoleh alokasi 141 hektare di empat lokasi dengan capaian fisik sekitar 42 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan waktu dan kondisi medan menjadi kendala utama, namun pemerintah pusat melalui Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) akan melanjutkan program tersebut melalui kontrak baru pada 2026.
Selain itu, pemerintah juga mendorong optimalisasi lahan sawah yang terlantar melalui pembentukan Brigade Pangan serta penerapan teknologi modern, seperti penebaran benih langsung dan penggunaan drone. Dukungan alat dan mesin pertanian juga terus diberikan untuk meningkatkan produktivitas petani.
Sementara itu, Wakil Bupati Suhuk menegaskan bahwa program Gerakan Tanam Padi CSR tahun 2026 merupakan wujud komitmen bersama dalam mendukung swasembada pangan nasional.
“Program ini menjadi inisiatif strategis untuk mengoptimalkan lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian yang bernilai guna,” ujarnya.
Ia menyebut, program cetak sawah rakyat telah berjalan sejak 2025 dan berlanjut hingga 2026 sebagai langkah meningkatkan produksi padi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Wabup juga mendorong sinergi antara dinas terkait, penyuluh, kelompok tani, serta TNI melalui Babinsa dalam mendampingi petani mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen.
Selain itu, pemerintah memastikan hasil panen petani akan terserap melalui Perum Bulog. Meski pembangunan gudang permanen masih berjalan, telah disiapkan gudang sementara sebagai solusi penampungan.
“Para petani tidak perlu khawatir soal pemasaran hasil panen. Pemerintah siap menyerap produksi yang dihasilkan,” tegasnya.
Melalui program ini, Pemkab Mahulu berharap kedaulatan pangan daerah dapat terwujud sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. (MK)
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S





