UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menargetkan meraih status Kabupaten Layak Anak (KLA) pada tahun 2027. Target tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan gugus tugas KLA yang dipimpin oleh Plt Sekretaris Daerah Mahulu, Agustinus Teguh Santoso.
Rakor yang digelar oleh Dinas Sosial Mahulu itu dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lainnya, sebagai upaya menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pemenuhan hak anak.
Dalam arahannya, Agustinus menekankan pentingnya kolaborasi antar OPD untuk mempercepat pencapaian target tersebut. Ia menyebut, percepatan KLA menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam beberapa tahun ke depan.

“Setidaknya tahun 2027 mendatang Kabupaten Mahakam Ulu sudah memiliki status sebagai Kabupaten Layak Anak,” ujarnya saat membuka rakor, Rabu (8/4/2026).
Ia menilai target tersebut realistis jika didukung komitmen seluruh pihak. Terlebih, saat ini Mahulu menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang belum terverifikasi dalam penilaian KLA.
“Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, hanya Mahulu yang belum terverifikasi. Ini harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan terukur,” tegasnya.
Dalam rakor tersebut, sejumlah indikator penting turut dibahas, mulai dari perlindungan anak, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan. Seluruh aspek itu menjadi komponen utama dalam penilaian Kabupaten Layak Anak.
Selain peran pemerintah, Agustinus juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.
“Kolaborasi semua pihak sangat penting agar program ini berjalan optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui rakor ini, Pemkab Mahulu berharap seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara bertahap dan terukur, sehingga target sebagai Kabupaten Layak Anak pada 2027 dapat tercapai.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari visi pembangunan daerah Mahakam Ulu yang mengusung semangat “Maju, Merata, Berkelanjutan” dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya generasi masa depan. (MK)
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S





