Pemkot Balikpapan Perkuat Penanganan Sampah dan Dorong UMKM

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat langkah dalam menangani persoalan lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan. Upaya ini dilakukan secara paralel agar pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka ekonomi, tetapi juga kualitas hidup masyarakat.

Kepala Bappeda Litbang Balikpapan, Murni, mengatakan bahwa persoalan sampah hingga kini masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian berkelanjutan. Ia menilai, isu tersebut tidak hanya terjadi di Balikpapan, melainkan juga menjadi persoalan yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah kota telah menjalankan sejumlah program pengelolaan sampah, mulai dari upaya pengurangan di sumber hingga penanganan di tingkat hilir. Meski demikian, efektivitas program tersebut tetap bergantung pada sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan masyarakat dan dunia usaha.

“Pengelolaan sampah menjadi bagian penting untuk mewujudkan kota yang bersih dan nyaman. Karena itu, kolaborasi semua pihak terus kami dorong agar hasilnya lebih optimal,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Di sisi lain, Pemkot juga menaruh perhatian besar pada penguatan ekonomi lokal, khususnya melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Distribusi anggaran hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan disebut sebagai salah satu strategi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.

Baca Juga:   Polda Kaltim Musnahkan Barang Bukti Sabu Lebih dari 1 Kg 

Murni menjelaskan, kebijakan tersebut memberi ruang bagi kelompok masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan.

“Keberadaan UMKM terbukti mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama saat menghadapi tekanan seperti pandemi,” jelasnya.

Data menunjukkan, tingkat pengangguran terbuka di Balikpapan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tidak lepas dari kontribusi UMKM yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas.

Meski sektor industri pengolahan masih mendominasi struktur ekonomi daerah, pemerintah melihat perlunya diversifikasi melalui pengembangan ekonomi kreatif.

“Sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal,” tambahnya.

Ke depan, Pemkot Balikpapan akan terus mengarahkan kebijakan pada pengembangan sektor kreatif, termasuk kuliner, pariwisata, dan jasa akomodasi.

“Melalui langkah tersebut, diharapkan keseimbangan antara pengelolaan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dapat tercapai secara berkelanjutan,” tutup Murni.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img