BONTANG – Sejumlah warga di Kota Bontang mengeluhkan kenaikan tarif air bersih yang dinilai tidak sebanding dengan kualitas layanan yang diterima. Selain tagihan yang melonjak, kondisi air yang disalurkan juga dikeluhkan karena keruh dan mengandung endapan.
Abdul, warga Kampung Jawa, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, mengaku terkejut dengan tagihan air yang langsung melonjak meski baru menempati rumah kontrakan selama tiga hari.
“Baru pakai air sekitar tiga hari, hanya untuk mandi, tapi tagihannya sudah sekitar Rp200 ribuan. Padahal sebelumnya hanya sekitar Rp56 ribu saat rumah kosong,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan tagihan tersebut terjadi setelah mencoba menggunakan air dan melakukan pengecekan ulang meteran. Kondisi ini dinilai tidak wajar mengingat penggunaan air masih sangat minim.
Selain persoalan tarif, kualitas air juga menjadi sorotan. Warga mengaku air yang mengalir ke rumah terlihat keruh dan meninggalkan endapan kotoran setelah ditampung.
“Airnya keruh sekali, tidak jernih. Setelah ditampung ada kotoran mengendap di bawah. Kami jadi khawatir kalau dipakai untuk masak,” tambahnya.
Kondisi tersebut membuat warga ragu menggunakan air untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, dan hanya memanfaatkannya secara terbatas.
Warga berharap pihak PDAM Bontang segera memberikan penjelasan terkait lonjakan tagihan yang dinilai tidak wajar, sekaligus melakukan perbaikan kualitas distribusi air agar layak digunakan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Bontang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga tersebut. (MK)
Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S





