TENGGARONG – Kondisi jalan poros di Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar), masih menuai keluhan warga meski sebelumnya telah dilakukan penanganan. Jalan yang menjadi akses vital bagi Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang itu hingga kini masih dipenuhi lubang di hampir seluruh ruas.
Sebelumnya, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menargetkan perbaikan jalan tersebut dapat ditangani sebelum Lebaran. Namun, perbaikan yang dilakukan dinilai belum memberikan hasil maksimal.
Warga setempat, Andre, mengatakan kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan tersebar di berbagai ruas. Bahkan, sebagian aspal yang baru dikerjakan beberapa tahun lalu kini kembali rusak.
“Banyak jalan aspal yang sekarang sudah berlubang, padahal belum lama diperbaiki,” keluhnya.
Hal serupa disampaikan Regy, warga Desa Kahala. Ia mengungkapkan kondisi jalan kerap menyebabkan antrean panjang kendaraan, terutama saat arus lalu lintas meningkat.
“Kadang kalau naik mobil susah, antreannya panjang,” ujarnya.
Kepala Desa Teluk Muda, Aladin, membenarkan bahwa penanganan sempat dilakukan menjelang Lebaran dengan menurunkan alat berat. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut hanya bersifat sementara.
“Waktu itu ada ekskavator untuk mengurangi kerusakan, seperti membuang genangan air dan menimbun lubang dengan tanah,” jelasnya.
Meski sempat memperbaiki akses, kondisi jalan hingga kini masih sulit dilalui. Bahkan, masih terjadi insiden kendaraan terguling akibat lubang yang cukup besar, ditambah tingginya aktivitas kendaraan angkutan sawit di jalur tersebut.
“Secara akses memang agak membaik, tapi masih susah dilewati. Lubangnya masih besar-besar, bahkan ada kendaraan yang terguling,” tambahnya.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan perbaikan permanen akan dilakukan. Pemerintah daerah disebut merencanakan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk perbaikan dan Rp5 miliar untuk perawatan, namun waktu realisasinya belum jelas.
“Rencananya ada anggaran, tapi kapan turun kami juga belum tahu,” katanya.
Dampak kerusakan jalan ini sangat dirasakan warga. Waktu tempuh dari Desa Teluk Muda ke Desa Sebelimbingan yang biasanya hanya sekitar 25 menit kini bisa mencapai hampir satu jam.
Warga pun berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan aman. (MK)
Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S





