SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menegaskan komitmennya dalam mendorong swasembada pangan sebagai strategi menghadapi dinamika geopolitik global yang menuntut kemandirian produksi, khususnya beras.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin saat menghadiri panen bersama padi varietas Inpara 02 di lahan seluas lima hektare di kawasan Rapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kamis (26/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani menekankan bahwa semangat petani sangat dipengaruhi oleh stabilitas harga hasil pertanian di pasaran.
“Seperti usaha sarang burung walet dan kelapa sawit, ketika harga baik, masyarakat akan bersemangat mengembangkan usaha tersebut. Itu hukum ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan finalisasi kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) agar lahan sawah tidak beralih fungsi ke komoditas lain.
“Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa,” katanya.
Nanang turut mengapresiasi hasil kaji terap pertanian yang menunjukkan produktivitas sekitar 4,8 ton per hektare. Ia meminta para penyuluh pertanian terus aktif mendampingi petani di lapangan.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa harga gabah di wilayah Kecamatan Bongan saat ini telah mencapai sekitar Rp6.500 per kilogram, yang dinilai cukup baik untuk mendorong peningkatan produksi.
“Dalam sektor pertanian, kuncinya ada pada harga. Jika harga baik, maka petani pasti semakin bersemangat,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Frederick Edwin menegaskan bahwa swasembada pangan telah menjadi prioritas pembangunan sejak awal berdirinya Kabupaten Kutai Barat pada 1999.
Ia juga menanggapi aspirasi petani terkait kondisi infrastruktur jalan menuju kawasan pertanian yang dinilai masih perlu perbaikan.
“Kami akan memperhatikan dan mengupayakan perbaikan jalan di sekitar Rapak Oros agar kegiatan pertanian dapat berjalan lebih baik,” jelasnya.
Terkait potensi tumpang tindih lahan sawah dengan perkebunan kelapa sawit, Bupati menegaskan bahwa lahan persawahan harus tetap diprioritaskan sebagai kawasan produksi pangan.
“Kami akan mencari dasar regulasi untuk memastikan lahan sawah tetap difungsikan untuk menanam padi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya mengaktifkan kembali program bapak asuh petani sebagai upaya memperkuat pendampingan serta meningkatkan motivasi petani di lapangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Kubar optimistis sektor pertanian akan semakin kuat dan mampu menopang kebutuhan pangan daerah secara mandiri di tengah ketidakpastian global. (MK)
Penulis: Ichal
Editor: Agus S





