Kunjungan Lebaran Menurun, KRB Berbenah Hadapi Tren Wisata Baru

BALIKPAPAN – Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi selama libur Idulfitri, Kebun Raya Balikpapan (KRB) justru mengalami penurunan jumlah pengunjung. Meski demikian, kondisi ini tidak dipandang sebagai kemunduran, melainkan peluang untuk melakukan evaluasi dan pembenahan guna menyesuaikan diri dengan tren wisata yang terus berubah.

Koordinator Pengelola Informasi Kawasan UPTD KRB, Rilvia Wulandari, mengatakan bahwa jumlah kunjungan pada periode Lebaran tahun ini memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut salah satu faktor penyebabnya adalah mulai terbukanya kawasan Ibu Kota Nusantara yang kini menjadi magnet baru bagi wisatawan.

“Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah pengunjung memang lebih banyak. Saat ini wisatawan cenderung terbagi, salah satunya karena daya tarik IKN yang semakin kuat,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan data yang ada, jumlah pengunjung pada hari kedua Lebaran hanya mencapai sekitar 60 orang. Hingga sore hari, total kunjungan tercatat sekitar 110 orang. Angka ini tergolong rendah, terutama jika dibandingkan dengan periode libur panjang yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisata.

Baca Juga:   Bawaslu Balikpapan Identifikasi Kerawanan Pelanggaran di TPS, Paling Rawan di Balikpapan Selatan

Namun demikian, pihak pengelola melihat fenomena ini sebagai indikasi adanya perubahan perilaku wisatawan. Saat ini, masyarakat cenderung mencari destinasi baru yang sedang populer serta menawarkan pengalaman berbeda.

Sebagai respons, Kebun Raya Balikpapan terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis edukasi dan konservasi. Sejumlah daya tarik unggulan tetap dipertahankan, seperti koridor kantong semar, taman tanaman obat, serta kawasan Orchidarium atau rumah anggrek modern seluas 1,5 hektare yang dilengkapi fasilitas jalur jogging.

“Orchidarium masih menjadi favorit. Pengunjung bisa menikmati keindahan koleksi anggrek sekaligus berolahraga di ruang terbuka,” jelas Rilvia.

Selain itu, pengelola juga mengembangkan berbagai paket wisata edukatif, seperti kegiatan trekking, wisata flora, hingga aktivitas menanam. Program ini menyasar pelajar dan keluarga yang menginginkan pengalaman wisata yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga memberikan nilai edukasi.

Pemanfaatan teknologi digital juga mulai dioptimalkan guna menghadirkan pengalaman wisata yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan masa kini.

Di tengah tantangan tersebut, target pendapatan tetap menjadi perhatian. Hingga Februari 2026, realisasi retribusi telah mencapai sekitar Rp 106 juta dari target tahunan sebesar Rp350 juta hingga Rp 400 juta.

Baca Juga:   Cegah Penyelenggara Pemilu Tumbang, KPU Kolobarasi dengan DKK

“Kami tetap optimistis. Masih banyak momentum kunjungan ke depan yang bisa dimaksimalkan,” tambahnya.

Sepinya kunjungan saat Lebaran menjadi gambaran bahwa persaingan destinasi wisata di Balikpapan semakin dinamis. Namun dengan inovasi dan penguatan konsep, Kebun Raya Balikpapan diyakini mampu kembali menarik minat wisatawan sekaligus menawarkan pengalaman yang lebih bernilai dan berkelanjutan.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img