Neni Soroti Sampah di Destinasi Wisata, Pengawasan Akan Ditingkatkan

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyoroti persoalan sampah di Pulau Beras Basah yang kembali mencuat selama libur Lebaran. Tingginya kunjungan wisatawan tidak diimbangi dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Neni mengungkapkan, pihaknya menerima laporan masih banyak pengunjung yang tidak mengindahkan imbauan untuk membawa kembali sampah ke darat. Bahkan, ditemukan praktik mengubur sampah di kawasan wisata tersebut.

“Kita perlu tampilkan orang-orang yang tidak bisa menjaga lingkungan, padahal sudah difasilitasi,” tegasnya.

Ia pun mempertanyakan efektivitas pengawasan yang dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar), khususnya terkait keberadaan CCTV di kawasan Beras Basah. Menurutnya, rekaman CCTV dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi pelanggar sekaligus memberikan sanksi sosial sebagai efek jera.

Sementara itu, Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, menyatakan pihaknya akan segera melaporkan hasil rekaman CCTV kepada wali kota sebagai bahan evaluasi.

Ia menjelaskan, pengelolaan CCTV ke depan akan diserahkan kepada pihak ketiga agar sistem pengawasan lebih optimal dan terintegrasi. Saat ini, pemantauan masih dilakukan secara terpisah dan terkendala jaringan.

Baca Juga:   Bank Neo Commerce Hadir di Pulau Kalimantan

“CCTV di Berbas Tengah dipantau dari TC Berbas, sedangkan di Beras Basah dilihat di lokasi juga. Dari kantor Dispopar terkendala jaringan yang belum stabil, sehingga belum terhubung langsung,” jelasnya.

Pemerintah Kota Bontang menilai persoalan sampah di kawasan wisata tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran kolektif dari masyarakat dan wisatawan.

Penegasan sanksi sosial ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan disiplin pengunjung, sekaligus menjaga keindahan Pulau Beras Basah sebagai salah satu destinasi unggulan di Kota Bontang. (MK)

Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img