SAMARINDA – Satreskrim Polresta Samarinda tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis Pertalite yang terungkap setelah sebuah kendaraan mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Samarinda Seberang.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Agus Setyawan mengatakan, temuan tersebut bermula saat petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan.
Di dalam kendaraan, petugas menemukan 15 jirigen, dengan 13 di antaranya telah terisi penuh BBM yang diduga jenis Pertalite.
Selain itu, ditemukan pula 12 barcode berbeda yang diduga digunakan untuk mengelabui sistem pembelian di SPBU agar bisa memperoleh BBM dalam jumlah besar.
“Modus operandinya, terduga pelaku menggunakan 12 barcode dari kendaraan berbeda untuk membeli Pertalite,” ujarnya.
Saat kejadian, pelaku diketahui baru saja mengisi BBM dari salah satu SPBU di wilayah Samarinda Seberang.
Polisi kini berencana memanggil pihak pengelola SPBU guna mendalami proses transaksi dan penggunaan barcode tersebut.
“Kami akan memanggil pihak SPBU. Kami juga mendalami penggunaan pompa yang ditemukan, apakah digunakan untuk memindahkan BBM ke jirigen atau untuk keperluan lain,” jelasnya.
Hingga saat ini, sopir kendaraan telah dimintai keterangan, namun masih berstatus sebagai saksi.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk saksi ahli, sebelum menentukan status hukum dalam perkara ini.
“Statusnya masih saksi. Jika ada perkembangan penetapan tersangka, akan kami sampaikan,” pungkasnya.
Penulis: Dimas
Editor: Agus S





