
NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) membuka akses Jalan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1C sebagai jalur alternatif guna mengantisipasi potensi kemacetan di jalur nasional Jalan Sepaku Raya selama periode libur Lebaran.
Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Aswin Grandiarto Sukahar, mengatakan jalur tersebut dibuka khusus untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas yang berpotensi terjadi pada jalur utama menuju wilayah Sepaku.
Namun demikian, akses jalan tersebut tidak dibuka untuk seluruh jenis kendaraan.
“Hanya bagi kendaraan kecil dan sepeda motor saja yang diperbolehkan melintas di jalur tersebut,” ujar Aswin.
Menurutnya, pembukaan jalur alternatif ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang melintas di kawasan tersebut agar perjalanan tetap lancar selama masa libur Lebaran.
Akses jalan KIPP 1C dapat ditempuh dari ruas jalan depan Rusun ASN 1 yang berada di arah Qubica Boutique Hotel.
Dari titik tersebut, pengendara dapat melaju lurus melewati kawasan kampus Universitas Gunadarma, Rumah Sakit Abdi Waluyo, serta SMA Taruna Nusantara.
Selanjutnya kendaraan akan melewati jalan layang di atas Jalan Bebas Hambatan (JBH) 6B hingga akhirnya tembus ke jalur poros Sepaku di wilayah Pemaluan, tepatnya di seberang Warung Simpang IKN.
Jika pengendara mengambil arah kiri dari titik tersebut, jalur akan kembali menuju Desa Bumi Harapan melalui kawasan Gunung Sabut. Sementara jika ke arah kanan, pengendara akan menuju Simpang Empat Pemaluan.
Sebaliknya, bagi kendaraan yang ingin masuk ke jalur Kawasan 1C dari arah Simpang Empat Pemaluan, pengendara dapat mengikuti rambu yang telah dipasang di sisi jalan.
Dari jalur tersebut kendaraan akan sampai di kawasan KIPP depan Rusun ASN 1, kemudian melewati kompleks Kementerian Koordinator 4 dan Bank Indonesia.
Selanjutnya pengendara dapat memilih keluar melalui Bundaran Sumbu Barat, jalur akses Masjid Negara, atau menuju kawasan Precinct Core arah Rusun ASN 3.
Langkah pembukaan jalur alternatif ini disambut positif oleh warga sekitar. Pratama, warga Sepaku, menilai kebijakan tersebut dapat membantu mengurangi potensi kemacetan yang kerap terjadi di jalur poros Sepaku.
Menurutnya, salah satu titik rawan kemacetan berada di kawasan Gunung Sabut, terutama jika terjadi insiden kendaraan besar yang melintang di badan jalan.
“Kalau ada kendaraan alat berat bermasalah di Gunung Sabut, biasanya langsung macet dari dua arah. Jadi bagus kalau akses jalan kawasan 1C dibuka,” ujarnya.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S


